Bimo/Arlya evaluasi konsistensi setelah tersingkir di Kejuaraan Dunia

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran menyebut konsistensi fokus dan mental sebagai bahan evaluasi setelah langkah mereka terhenti pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Rabu.

Bimo/Arlya kalah dua gim langsung 13-21, 16-21 dari unggulan ke-13 asal Jepang Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara.

"Sepanjang pertandingan fokus kami masih naik turun. Ketika sudah unggul atau berada dalam situasi poin ketat, konsentrasi kami beberapa kali hilang," kata Bimo dalam keterangan resmi PBSI setelah laga.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Bimo mengungkapkan pola permainan mereka sebenarnya masih dapat mengimbangi pasangan Jepang.

Menurut dia, pekerjaan berikutnya adalah menjaga kestabilan permainan terutama ketika pertandingan memasuki situasi-situasi penting.

Baca juga: Bimo/Arlya selamat dari empat match point pada Kejuaraan Dunia

"Dari sisi pola permainan, kami merasa masih mampu mengimbangi mereka. Namun, kami perlu lebih konsisten dalam menjaga pikiran dan mental selama pertandingan," ujar Bimo.

Arlya mengatakan pengalaman tampil pada Kejuaraan Dunia memberikan sejumlah catatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas permainan mereka.

"Kami mendapat banyak pelajaran, terutama tentang menjaga fokus, menghadapi poin-poin kritis, dan mempertahankan keunggulan," kata Arlya.

Selain aspek mental dan pengambilan keputusan, Arlya juga menilai mereka masih perlu meningkatkan kemampuan fisik untuk menunjang permainan.

"Kami juga perlu menambah kekuatan tangan agar permainan kami bisa lebih baik ke depan," ujarnya.

Hasil tersebut mengakhiri perjalanan Bimo/Arlya pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah sebelumnya memenangi pertandingan babak pertama atas pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo 21-12, 13-21, 22-20.

Baca juga: Amri/Nita bidik medali pada debut Kejuaraan Dunia

Baca juga: Marwan/Aisyah pilih main lepas hadapi wakil Denmark di Kejuaraan Dunia

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |