BGN sebut korban mobil SPPG stabil, bisa berkomunikasi dengan Presiden

1 month ago 33

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan kondisi salah satu korban tertabrak mobil pengantar paket makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam keadaan stabil, bahkan bisa berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo didampingi Kepala BGN menjenguk tiga pasien korban kecelakaan tertabrak mobil pengantar MBG yang masih dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara, pada Selasa siang pukul 12.20 WIB.

"Kondisinya baik, stabil, yang satu yang di ICU sudah bisa berkomunikasi dengan Pak Presiden, bahkan ingat yang datang siapa,” kata Dadan saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Dadan menjelaskan bahwa saat menjenguk salah satu korban, Presiden Prabowo sempat menanyakan makanan favorit siswa itu.

Sang siswa pun menjawab bahwa dia menyukai ayam goreng. Ketika mendengar hal itu, Presiden Prabowo berjanji akan mentraktir makanan kesukaannya.

"Ketika ditanya makanan favorit apa, bisa menyebutkan bahwa dia suka ayam goreng, nanti Pak Presiden akan memberikan ayam kesukaan anak itu," kata Dadan.

Presiden pun berpesan kepada dua siswa yang menjadi korban kecelakaan untuk tetap kuat dan rajin belajar. Sementara kepada sang guru, Maryono, Presiden menyampaikan terima kasih atas dedikasinya dan sabar menghadapi musibah.

Dadan menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan dan tindakan dari rumah sakit ditanggung oleh pemerintah.

Presiden juga tak luput memberikan evaluasi soal pengantaran MBG oleh mobil mitra BGN. "Pak Presiden hanya minta petugas pengantaran makanan dalam keadaan fit," katanya.

Baca juga: Prabowo jenguk korban kecelakaan mobil pengantar MBG di RSUD Koja

Baca juga: Prabowo beri semangat korban mobil MBG: "Cepat sembuh ya"

Baca juga: Kepala BGN lapor ke Prabowo insiden mobil MBG tabrak siswa SD di Jakut

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |