Jakarta (ANTARA) - Kepala Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali menyatakan praktik baik SDGs yang sederhana dapat memberikan perubahan penting apabila berhasil menjawab permasalahan yang nyata.
“Dalam penyelenggaraan sebelumnya (Indonesia SDGs Action Award/SAA), kami belajar bahwa praktik baik yang kuat tidak selalu berasal dari institusi dengan sumber pendanaan terbesar. Praktik sederhana pun dapat memberikan perubahan penting apabila menjawab permasalahan yang nyata, melibatkan masyarakat dan dijalankan secara konsisten, serta memiliki hasil yang dapat dibuktikan,” ucapnya.
Dalam Kick Off Meeting Indonesia's SDGs Action Awards (SAA) 2026 yang diadakan secara virtual di Jakarta, Kamis, Pungkas menjelaskan Indonesia SAA adalah penghargaan nasional yang diselenggarakan oleh Bappenas untuk memberikan apresiasi kepada institusi pemerintah dan non pemerintah yang menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.
Saat ini, Sekretariat Nasional SDGs bersama unit terkait dan mitra penyelenggara disebut telah menyiapkan kerangka utama pelaksanaan meliputi pedoman, persyaratan peserta, instrumen pengisian borang, portal pendaftaran, mekanisme verifikasi tahapan penilaian, lini masa dan kanal pelayanan untuk peserta untuk agenda Indonesia SAA 2026.
Baca juga: Bappenas: Jumlah SDGs Center bertumbuh signifikan dari tahun ke tahun
Pungkas menekankan SAA merupakan ruang untuk menemukan praktik yang berhasil, mengenali pembelajaran dan dari lapangan mempertemukan berbagai aktor, dan memperluas solusi yang dapat diterapkan oleh pihak lain.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, lanjutnya, SAA telah diikuti oleh ratusan institusi dan dari berbagai sektor dengan mengangkat tema berbeda setiap tahunnya yang telah menghasilkan banyak praktik baik nan beragam.
“Perjalanan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak solusi untuk pembangunan, untuk tumbuh baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, kampus, komunitas, dan seluruh aktor-aktor pembangunan non-pemerintah, termasuk dunia usaha dan filantropi,” ungkapnya yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas.
Memasuki tahun 2026, kata Pungkas, tantangannya adalah bagaimana memastikan agar solusi-solusi tersebut tak hanya berhenti sebagai contoh yang berdiri sendiri, tetapi menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi wilayah, sektor, dan kelompok masyarakat lebih luas.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































