Banjir Jakarta, kiriman dari Ciliwung rendam Kebon Pala hingga 130 cm

2 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa Bogor merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur hingga mencapai 130 sentimeter (cm).

"Iya, banjir kiriman Ciliwung dan Katulampa, karena di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) sore. Ini adalah tahap kedua," kata Camat Jatinegara, Endang Kartika di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat.

Endang menyebutkan, banjir sempat surut sebelum kembali naik pada dini hari. Kenaikan air dipicu status Katulampa yang kembali meningkat.

"Jadi tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali sehingga sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter," ujar Endang.

Menurut dia, banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari hulu, seiring meningkatnya debit air Sungai Ciliwung dan status Bendung Katulampa yang berada pada Siaga 3.

Baca juga: Pram sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet

Baca juga: Banjir Jakarta, perusahaan diimbau WFH

Kondisi saat ini Katulampa masih Siaga 3. "Alhamdulillah kami sudah siap-siap membantu warga. Untuk wilayah Kebon Pala sendiri air sudah mulai surut di angka sekitar 125 sentimeter," katanya.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat warga yang mengungsi ke tempat pengungsian resmi.

Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara.

"Untuk sementara ini belum ada pengungsian. Di beberapa titik Jatinegara memang terdampak, tapi warga sudah mempersiapkan diri," katanya.

Jajaran Kecamatan Jatinegara terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah rawan banjir, sembari mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan apabila debit air di hulu kembali meningkat.

Baca juga: Banjir Jakarta, Transjakarta berhenti operasi di tiga area

Baca juga: Antisipasi cuaca ekstrem, DKI lakukan OMC hingga 27 Januari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan pada Jumat pagi.

"Saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta.

Menurut dia, pada Kamis (22/1) malam banjir sempat menggenangi 132 RT. Kemudian berangsur surut dan pada Jumat dinihari tinggal 106 RT yang terendam banjir.

Namun, pada Jumat pagi banjir kembali meluas dengan menerjang 125 RT di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Selain menggenangi pemukiman banjir juga mengakibatkan sebanyak 14 ruas jalan terdampak dengan ketinggian 10-65 cm.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |