Jakarta (ANTARA) - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) berkomitmen untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ketahanan pangan menyusul adanya ketegangan geopolitik global yang dapat berdampak terhadap perekonomian nasional.
Dewan Pembina AWKI, Mayjen TNI (Purn) Rido Hermawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan situasi internasional yang tidak stabil berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan kegiatan ekonomi di dalam negeri, meski kondisi Indonesia dinilai masih relatif terjaga.
“Isu yang terjadi di luar itu memang sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi kita, terutama karena rantai pasok global saling bergantung," kata Rido saat peluncuran organisasi dan Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI, Kamis (22/1).
Disebutkannya, terdapat empat segmen strategis yang perlu diperkuat agar Indonesia tetap tangguh, yakni keamanan nasional, ketahanan ekonomi, persatuan dan kesatuan, serta lingkungan.
“Kalau empat segmen itu menjadi pilar yang kuat, kami optimistis Indonesia akan tetap baik-baik saja," tuturnya.
Baca juga: IKPI gandeng Kementerian UMKM perkuat literasi perpajakan pelaku usaha
Optimisme itu juga dibarengi dengan agenda AWKI untuk mendorong penyerapan tenaga kerja melalui sektor UMKM. Terlebih, sebagian besar anggota AWKI merupakan pengusaha yang telah mengikuti pemantapan nilai kebangsaan dan aktif di sektor usaha rakyat.
"Pada akhirnya kita harus bisa mandiri, dan jawabannya adalah UMKM," kata Rido.
Selain itu, AWKI juga menyiapkan program di sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut mencakup peningkatan kesuburan tanah, efisiensi biaya produksi, serta kenaikan hasil panen.
"Biaya produksi harus lebih rendah, sementara hasilnya harus lebih tinggi, supaya petani ikut terangkat," ujarnya.
Ketua AWKI Robertus Rani Lopiga menjelaskan, organisasi AWKI dibangun dengan fondasi empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga: 53 UMKM binaan Jakbar ikut pelatihan untuk menembus pasar ritel modern
Ketua Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI), Robertus Rani Lopiga saat peluncuran AWKI dan Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI di Jakarta, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-AWKIDia menekankan AWKI tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga kegiatan kebangsaan. "Dasar pendirian kami terletak pada empat konsensus dasar bangsa, itu menjadi pedoman AWKI,” ujarnya.
Robertus menambahkan, peluncuran AWKI yang langsung diikuti dengan Munas pertama sebagai langkah konsolidasi dan percepatan pembentukan kepengurusan daerah di seluruh provinsi.
"Program awal kami adalah membangun DPD-DPD supaya semua daerah bisa berkontribusi membangun Indonesia," kata dia.
AWKI juga menyatakan dukungan terhadap agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Astacita melalui berbagai kegiatan kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Mendukung program pemerintah itu jelas, karena semangat kami ada di situ," ujarnya.
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































