ASEAN kaji jadikan Aung San Suu Kyi syarat pemulihan status Myanmar

5 hours ago 2

Tokyo (ANTARA) - ASEAN disebut mempertimbangkan untuk mensyaratkan "perkembangan positif" terkait pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi supaya Myanmar bisa bergabung kembali dalam pertemuan ASEAN.

Menurut sumber diplomatik ASEAN, Jumat, para menteri luar negeri ASEAN telah menugaskan pejabat senior untuk mematangkan kriteria guna menyampaikan rekomendasi mereka dalam KTT ASEAN pada November mendatang.

Dalam pernyataan bersama Pertemuan tingkat Menlu ASEAN (AMM) di Manila, Selasa (21/7), ASEAN menyatakan akan "mengkaji secara komprehensif" implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) yang disepakati pada 2021 untuk meredakan konflik pascakudeta militer di Myanmar.

Sejak kudeta, otoritas Myanmar tidak lagi diundang untuk menghadiri pertemuan kunci ASEAN karena implementasi 5PC di negara tersebut dinilai tersendat.

Kriteria yang tengah dimatangkan kali ini akan menjadi bahan pertimbangan oleh para pemimpin ASEAN untuk menentukan apakah Myanmar akan diizinkan kembali bergabung dalam pertemuan tingkat tinggi organisasi.

Ambang batas untuk Myanmar yang tengah dikaji mencakup, antara lain, perkembangan positif terkait Aung San Suu Kyi, perluasan akses bantuan kemanusiaan, berlanjutnya dialog inklusif dan proses perdamaian, serta menurunnya kekerasan terhadap masyarakat dan fasilitas sipil.

Militer Myanmar menahan Aung San Suu Kyi setelah kudeta 2021, dan pemerintahan pro-militer di bawah Presiden Min Aung Hlaing dibentuk April tahun ini usai digelarnya pemilu oleh militer Myanmar pada Desember hingga Januari lalu.

Sejak saat itu, otoritas Myanmar telah mengumumkan serangkaian amnesti serta perubahan status penahanan Aung San Suu Kyi menjadi tahanan rumah di sebuah tempat yang ditentukan.

ASEAN terus berupaya mempertemukan Aung San Suu Kyi dengan duta khusus organisasi yang ditunjuk untuk Myanmar.

Sementara itu dalam konferensi pers di Manila pada Kamis (23/7), Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro, yang juga bertugas sebagai duta khusus ASEAN untuk Myanmar, mengatakan bahwa kembalinya Myanmar ke ASEAN "masih sangat jauh".

Lazaro juga mengaku tak tahu apakah akan diizinkan menemui Aung San Suu Kyi saat dirinya melakukan kunjungan kemanusiaan ke Myanmar pada waktu mendatang pada tahun ini.

Sumber: Kyodo

Baca juga: RI tegaskan implementasi penuh Konsensus Lima Poin oleh Myanmar

Baca juga: ASEAN kecam kekerasan di Myanmar, tegaskan acuan Konsensus Lima Poin

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |