Akses pulih, petani gembira harga minyak serai kembali stabil

3 days ago 2

Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Petani serai di Desa Gajah, Kabupaten Gayo Lues, Aceh antusias kembali menjual minyak serai wangi yang mereka hasilkan, seiring membaiknya akses transportasi jalur lintas Kabupaten Gayo Lues menuju Medan, Sumatera Utara.

Salah satunya, Masudin, petani serai yang terdampak bencana itu mengaku sebelumnya minyak serai hanya dihargai Rp325 ribu per kilogram (kg). Kini, harganya kembali stabil menjadi Rp350 ribu per kg.

Baca juga: SIG budi dayakan serai wangi di lahan pascatambang Narogong

"Tadinya harga minyak serai Rp325 ribu, (per kg), tapi sekarang kembali menjadi Rp350 ribu per kilogram," kata Masudin kepada ANTARA di Gayo Lues, Minggu.

Masudin menyebut dirinya melakukan penyulingan minyak serai wangi dengan metode manual dengan menggunakan dua drum bekas.


Petani memperlihatkan proses penyulingan minyak serai wangi dengan metode penyulingan tradisional di kawasan pegunungan puncak genting Desa Gajah, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Aceh, Minggu (1/2/2026). Menurut petani setempat mengaku, harga minyak serai wangi sejak dua pekan terakhir mulai bangki dan naik dari Rp325 ribu per kilogram menjadi Rp350 ribu per kilogram seiring membaik akses transportasi jalur lintas Kabupaten Gayo Lues menuju Medan Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

Setiap masa panen lima bulan sekali, ia mengaku bisa melakukan penyulingan hingga 12 kali, dengan hasil ekstraksi 8-10 kg per satu kali proses penyulingan.

"Alhamdulillah setelah jalan bisa dilalui kini harga kembali normal," ujar Masudin.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menekankan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya ruas dari arah Kutacane menuju Blangkejeren hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Baca juga: Pemkab Musi Banyuasin kembangkan budidaya serai wangi

Baca juga: ACT Aceh: Satu hektare lahan serai wangi bisa produksi minyak 200 Kg

Penanganan ruas Jalan Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara telah dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan wheel loader untuk mempercepat pembersihan material longsor.

"Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga aset logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kutacane menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues," ucap Dody.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |