Makassar (ANTARA) - Ahli Periodontologi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas Prof Asdar mendorong pemanfaatan bahan alami sebagai terapi pendukung dalam perawatan penyakit periodontal.
Prof Asdar dalam keterangannya di Makassar, Kamis, mengatakan gambaran epidemiologi global penyakit periodontal menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multifactorial.
Oleh karena itu, kata dia, strategi pengendalian penyakit periodontal harus mencakup upaya promotive, preventif dan kuratif yang terintegrasi, serta didukung oleh penelitian inovatif.
Patogenesis penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi kronis yang mempengaruhi jaringan penyangga gigi, termasuk gingiva, ligament periodontal, sementum dan tulang alveolar.
Baca juga: Rektor Unhas: Guru Besar jangan berhenti berdampak bagi masyarakat
Penyakit ini diawali oleh akumulasi biofilm mikroba pada permukaan gigi yang memicu respon imun host, sehingga menghasilkan kerusakan jaringan yang bersifat progresif bila tidak ditangani.
Implikasi klinisi dari penyakit periodontal tidak hanya terbatas pada rongga mulut, namun juga berdampak sistematik. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa inflamasi periodontal kronis dapat berkontribusi terhadap peningkatan Risiko penyakit kardiovaskular melalui mekanisme inflamasi sistemik dan bakteremia.
Terapi konvensional dalam perawatan penyakit periodontal secara umum berfokus pada eminimasi biofilm dan kalkulus melalui prosedur mekanis, terutama scalling dan root planning (SRP), yang hingga saat ini masih dianggap sebagai gold standar.
Namun, salah satu keterbatasan utama adalah ketidakmampuan dalam mengatasi biofilm subgingiva yang bersifat kompleks dan resisten.
Baca juga: KKN Unhas periksa 64 warga dan 13 anak terdampak di Manggarai Timur
"Oleh karena itu, pemanfaatan bahan alam merupakan salah satu upaya mengatasi keterbatasan terapi konvensional dan meningkatkan outcome klinis pasien periodontal," ujarnya saat pidato pengukuhan Guru Besar Unhas di Makassar.
Secara ilmiah, kata dia, rasional penggunaan bahan alam didasarkan pada kandungan senyawa bioaktif yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antioksidan dan regenerative.
Berbagai fitokimia seperti flavonoid, polifenol, terpenoid dan alkaloid telah terbukti mampu memodulasi jalur molekuler yang terlibat dalam pathogenesis penyakit periodontal.
Dalam konteks regenerasi jaringan periodontal, bahan alam juga menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Baca juga: KKN Unhas salurkan bantuan untuk 40 KK di Manggarai Timur
Beberapa biomaterial berbasis bahan alam, seperti hidroksiapatit dari cangkang laut, memiliki sifat osteokonduktif dan biokompatibel yang tinggi. Bahan alam memiliki keunggulan dalam hal biokompatibilitas dan keamanan dibandingkan bahan sintesis.
Karena berasal dari sumber biologis, bahan ini umumnya memiliki toksisitas yang rendah dan risiko efek samping yang minimal.
Rasional pemanfaatan bahan alam juga diperkuat oleh host modulation therapy dalam periodontology modern. Terapi ini juga bertujuan mengatur respon imun host agar tidak berlebihan dan merusak jaringan.
Beberapa senyawa alami telah terbukti mampu memodulasi jalur imun, seperti menghambat produksi matrix metalloproteinases (MMPs) yang berperan dalam degradasi kolagen, serta meningkatkan produksi sitokin antiinflamasi seperti IL-10.
Baca juga: Unhas dan Hartford University kolaborasi dalam kajian perdamaian
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































