6 kebiasaan sederhana yang bisa membantu hemat pengeluaran

4 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Menghemat pengeluaran tidak selalu harus dilakukan dengan memangkas kebutuhan utama. Kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran, membuat anggaran, hingga menabung secara rutin dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2026 terus mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat. Pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara bijak dan konsisten, termasuk dengan membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyesuaikan penggunaan layanan keuangan dengan kemampuan.

Berikut enam kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu menghemat pengeluaran sehari-hari.

Baca juga: Kiat atur alokasi dana dan kelola uang secara lebih terarah

Baca juga: Porsi cicilan sebaiknya maksimal 30 persen dari penghasilan

1. Catat semua pengeluaran

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengetahui ke mana uang digunakan. Catat pengeluaran mulai dari kebutuhan rutin seperti makan, transportasi dan tagihan hingga pembelian kecil yang sering dianggap sepele.

Pencatatan membantu memberikan gambaran mengenai pola pengeluaran. Dengan begitu, pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan dapat lebih mudah dikenali dan dikurangi.

Membuat anggaran juga penting agar jumlah pengeluaran dapat dibandingkan dengan pendapatan. Anggaran yang realistis sebaiknya mencakup pengeluaran rutin maupun biaya yang muncul secara berkala.

2. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Kebiasaan berikutnya adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum mengeluarkan uang.

Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, sedangkan keinginan lebih berkaitan dengan hal yang ingin dimiliki atau dinikmati. Tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi, terutama jika dapat mengganggu anggaran bulanan.

OJK juga mendorong masyarakat membedakan kebutuhan dan keinginan sebagai bagian dari pembentukan perilaku finansial yang positif.

Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah memberi jeda sebelum membeli barang yang tidak mendesak. Jika setelah beberapa hari barang tersebut masih dianggap penting dan tersedia dalam anggaran, pembelian dapat dipertimbangkan kembali.

3. Kurangi pengeluaran kecil yang berulang

Pengeluaran dengan nominal kecil dapat terlihat tidak berarti jika hanya dilakukan sekali. Namun, jika dilakukan setiap hari atau berulang kali dalam sebulan, jumlahnya dapat menjadi cukup besar.

Contohnya membeli minuman di luar, makanan ringan, biaya layanan yang tidak digunakan atau berlangganan sejumlah layanan digital yang jarang dipakai.

Bukan berarti seluruh pengeluaran tersebut harus dihilangkan. Pengguna dapat menentukan mana yang benar-benar memberikan manfaat dan mana yang bisa dikurangi agar uang dapat dialihkan ke kebutuhan yang lebih penting.

Baca juga: Tahun ajaran baru, orang tua perlu siapkan "sinking fund" pendidikan

4. Buat batas belanja mingguan

Selain membuat anggaran bulanan, membagi uang berdasarkan periode mingguan dapat membantu mengontrol pengeluaran.

Misalnya, setelah kebutuhan wajib dan tabungan dipisahkan, sisa uang untuk kebutuhan sehari-hari dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Cara ini membuat seseorang lebih mudah mengetahui apakah pengeluaran sudah terlalu besar sebelum akhir bulan.

Riset Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) menunjukkan bahwa banyak orang mengalami kesulitan menjaga pengeluaran tetap sesuai anggaran. Pemantauan pengeluaran secara berkala dapat membantu seseorang mengambil keputusan finansial dengan lebih terarah.

5. Biasakan menabung di awal

Menunggu uang tersisa di akhir bulan untuk ditabung sering kali membuat rencana menabung tidak berjalan konsisten. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyisihkan uang segera setelah menerima pendapatan.

Jumlahnya tidak harus besar. Yang lebih penting adalah dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

Tabungan juga dapat dipisahkan berdasarkan tujuan, misalnya untuk dana darurat, kebutuhan tahunan atau tujuan finansial jangka panjang. Kebiasaan menabung secara konsisten dapat membantu membangun cadangan ketika muncul pengeluaran yang tidak direncanakan.

6. Gunakan sistem tabungan otomatis

Bagi orang yang sering lupa menabung, pemindahan dana secara otomatis dapat menjadi pilihan.

Sebagian bank menyediakan fitur transfer otomatis secara berkala dari rekening transaksi ke rekening tabungan. Dengan sistem tersebut, uang untuk tabungan dapat dipisahkan terlebih dahulu sehingga tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.

CFPB juga menyebut transfer otomatis sebagai salah satu cara untuk membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Baca juga: OJK Kepri bagikan tips rasio pengeluaran ideal bagi masyarakat

Dana darurat juga perlu disiapkan

Menghemat pengeluaran bukan hanya bertujuan agar uang lebih banyak tersisa. Sebagian dana yang berhasil dihemat juga sebaiknya dialokasikan untuk menghadapi kondisi tidak terduga.

Dana darurat dapat digunakan untuk kebutuhan yang tidak direncanakan, seperti biaya perbaikan kendaraan, kebutuhan medis, perbaikan rumah atau ketika terjadi penurunan pendapatan. Jumlah dana yang dibutuhkan berbeda-beda, sehingga target sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Memiliki kebiasaan menabung juga berkaitan dengan ketahanan finansial. Penelitian CFPB menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki kebiasaan menabung lebih mungkin melaporkan kesulitan membayar tagihan, termasuk ketika menghadapi guncangan keuangan.

Pada akhirnya, menghemat pengeluaran tidak harus dilakukan melalui perubahan besar. Mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengurangi pembelian yang tidak penting, membuat batas belanja, menabung di awal dan menggunakan tabungan otomatis dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu mengelola keuangan secara lebih teratur.

Yang terpenting, kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan masing-masing. OJK menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga: 7 cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros & tetap stabil

Baca juga: 10 cara mengatur keuangan bulanan agar gaji tidak cepat habis

Baca juga: 8 cara mengatur keuangan gaji UMR agar tetap bisa menabung

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |