Kupang (ANTARA) - Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Tenau Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan sejak H-8 hingga H-4 (17/3) Idul Fitri 1447 Hijriah pergerakan pemudik di pelabuhan itu mencapai 6.284 pemudik.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, NTT Simon B Baon di Pelabuhan Tenau Kupang, Rabu, mengatakan jumlah tersebut terhitung untuk yang naik kapal dan turun.
Baca juga: 2.768 pemudik melintas melalui bandara El Tari di H-8 Idul Fitri
"Sampai kemarin total kenaikan pemudik mencapai 247 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.811 pemudik di periode yang sama," katanya.
Simon mengatakan dari total pemudik tersebut dari data yang diterima, puncak arus mudik terjadi pada H-4 pada Selasa (17/3) dengan jumlah pemudik yang naik dari Kupang mencapai 3.410 pemudik. Sementara yang turun berjumlah 2.874 pemudik.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya pemudik yang naik melalui pelabuhan itu hanya mencapai 714 pemudik, sementara yang turun mencapai 1.097 pemudik.
Dia menambahkan meningkatnya pemudik yang melewati pelabuhan itu diduga, karena banyak yang memilih angkutan laut untuk mudik.
Karena, selain adanya liburan panjang, yakni Nyepi, Idul Fitri dan Paskah, namun juga karena tingginya harga tiket angkutan udara serta pengaruh cuaca.
Simon menambahkan saat ini sedikit demi sedikit pemudik mulai sepi di bandara itu, karena sudah banyak yang bepergian pada beberapa hari yang lalu.
Pihaknya memprediksi jumlah pemudik pada H-3 Idul Fitri atau pada hari ini berjumlah 1.000-an pemudik.
Baca juga: 67.511 pemudik melintas melalui bandara El Tari selama libur Lebaran
Baca juga: Pemudik di Bandara El Tari diprediksi 2.698 orang pada H-1 Idul Fitri
Pewarta ANTARA yang memantau langsung pergerakan pemudik di Pelabuhan itu melaporkan bahwa suasana pemudik mulai terpantau sepi.
Ruang tunggu di dalam gedung yang biasanya dipadati pemudik terlihat kosong, sementara di luar terdapat sejumlah kursi juga kosong.
Simon berharap para pemudik tidak berdesak-desakan untuk menaiki kapal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































