Kemendikdasmen hadirkan inovasi penanaman karakter lewat aplikasi

2 hours ago 1
...Karakter itu bukan sesuatu yang tiba-tiba jadi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan inovasi penanaman Karakter Hebat melalui aplikasi SiMHabit (Sistem Monitoring 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) pada rangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional Tahun 2026.

Aplikasi berbasis web itu dikembangkan secara mandiri oleh guru di SMAN 1 Yogyakarta yang secara khusus bertujuan untuk memastikan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) benar-benar menjadi napas keseharian bagi para murid di sekolah tersebut tetap terpantau, sekaligus menjadi panduan aktivitas keseharian mereka saat berada di luar lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi DIY Suhirman di Jakarta pada Kamis menjelaskan setiap pagi hingga malam, murid secara mandiri mengisi aktivitas harian mereka di SiMHabit, mulai dari kebiasaan beribadah, bangun pagi, hingga membantu orang tua, seluruhnya tercatat sesuai waktu pengisian secara realtime.

“Karakter itu bukan sesuatu yang tiba-tiba jadi, ia adalah hasil dari pengulangan atau habituasi. Dengan SiMHabit, kami tidak hanya meminta murid melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, tetapi kami hadir untuk menemani dan memantau proses mereka setiap hari,” ujar Suhirman.

Ia menambahkan kekuatan aplikasi tersebut terletak pada ekosistem kolaborasi.

Baca juga: Menko PMK siap luncurkan platform pembelajaran seputar KA untuk umum

Guru tidak hanya menjadi pengajar di kelas, tetapi juga mentor yang memonitor perkembangan karakter murid setiap minggu melalui dasbor aplikasi.

Tak berhenti di sana, ia menambahkan orang tua pun memperoleh laporan bulanan mengenai perkembangan perilaku anak-anak mereka.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Melalui laporan bulanan dari SiMHabit, orang tua bisa melihat sejauh mana putra-putri mereka tumbuh menjadi pribadi yang hebat. Jika ada perkembangan yang kurang baik, sekolah dan orang tua bisa segera berdiskusi untuk memberikan pendampingan yang lebih humanis,” imbuh Suhirman.

Pada kesempatan itu, Suhirman juga memaparkan praktik baik dari SMAN 8 Yogyakarta.

Ia mengatakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kejujuran dan konsistensi murid, pihak SMAN 8 Yogyakarta juga memberikan penghargaan bagi murid-muridnya dengan performa terbaik dalam menerapkan 7 KAIH.

Baca juga: Kemendikdasmen terbitkan SE, giatkan lagi upacara bendera di sekolah

Penghargaan ini, kata dia, diharapkan dapat memantik semangat kompetisi positif di kalangan murid untuk terus berbuat baik.

Menariknya, meskipun menggunakan perangkat digital modern, Yogyakarta tetap berpijak pada jati diri bangsa. Nilai-nilai kearifan lokal yang tertuang dalam Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) diintegrasikan secara utuh ke dalam 7 KAIH.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2022, PKJ mengedepankan pembentukan Jalma Kang Utama atau manusia unggul yang memiliki tata krama (unggah-ungguh) dan rendah hati (andhap asor) melalui penerapan nilai utama (ngajeni), seperti ngapurancang, jempol, nuwun sewu/nderek langkung, nyuwun pangapunten, matur nuwun, dan monggo.

Selain itu, ia menambahkan pengintegrasian itu juga meliputi pembiasaan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), penggunaan busana adat gagrak Yogyakarta setiap Kamis, serta pembelajaran seni tradisional seperti membatik dan karawitan turut menjadi bagian dari implementasi PKJ.

Baca juga: DPR ingatkan pentingnya pendidikan karakter guna cegah kekerasan

“Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam 7 KAIH melalui Pendidikan Khas Kejogjaan. Kami ingin murid-murid kami menjadi anak Indonesia yang hebat secara nasional, namun tetap memiliki akar budaya yang kuat sebagai orang Yogyakarta. Hal ini merupakan praktik baik yang dapat diterapkan di daerah lain dengan mengintegrasikan nilai-nilai kelokalannya masing-masing ke dalam 7 KAIH,” kata Suhirman.

Melalui sinergi antara kebijakan nasional 7 KAIH, dukungan teknologi SiMHabit, dan penguatan lokal PKJ, Pemerintah Daerah Yogyakarta menawarkan sebuah model pendidikan karakter yang utuh.

Model ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, sekaligus memiliki kelembutan budi dan integritas tinggi.

Baca juga: Mendikdasmen luncurkan Permendikdasmen perkuat sekolah aman nyaman

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |