Jelang Ramadhan, Jaktim gandeng sejumlah pihak untuk amankan pangan

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggandeng sejumlah pihak lintas instansi dalam rangka memperkuat pengamanan stok pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

"Kegiatan pengawasan pangan ini rutin kita selenggarakan, berkolaborasi dengan jajaran lainnya demi ketersediaan stok warga menjelang Ramadhan," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto.

Taufik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, menyebutkan, upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Karena itu, pengawasan pangan tidak dilakukan secara sendiri, melainkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Mulai dari Dinas KPKP Jakarta, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Pasar Jaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan jajaran kecamatan.

Baca juga: DKI perkuat BUMD untuk antisipasi lonjakan harga jelang Ramadhan

Menurut dia, kerja sama lintas sektor tersebut bertujuan menjaga ketersediaan stok, kelancaran distribusi serta ketertiban aktivitas perdagangan di pasar-pasar wilayah Jakarta Timur.

Pengawasan dilakukan secara rutin di pasar tradisional maupun pasar modern. Namun, intensitasnya ditingkatkan saat mendekati momentum hari besar keagamaan, ketika permintaan masyarakat terhadap bahan pangan biasanya meningkat.

"Sehubungan dengan hari besar keagamaan, pengawasan kita tingkatkan di beberapa pasar di Jakarta Timur," katanya.

Selain itu, Taufik menjelaskan, dalam kegiatan tersebut petugas tidak hanya memantau harga, tetapi juga memastikan pasokan komoditas strategis tetap aman.

Komoditas yang menjadi fokus meliputi daging sapi, daging kerbau, ayam, telur, bawang, cabai merah, cabai keriting hingga minyak goreng. 'Semua komoditas ini yang memang banyak peminat saat menjelang Ramadhan," katanya.

Baca juga: Pasar Jaya gelar 500 pasar murah jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Taufik menyebutkan, pemantauan stok sangat penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran. 'Kami pastikan komoditas utama tersedia dan distribusinya berjalan lancar," ujar Taufik.

Selain itu, keterlibatan Satpol PP dan pihak kecamatan juga bertujuan menjaga ketertiban pasar serta menekan potensi praktik penimbunan dan kecurangan perdagangan.

Melalui pengawasan terpadu ini, Taufik berharap stabilitas pasokan pangan dapat terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa khawatir terhadap kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) juga mengajak para pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem perdagangan yang sehat, jujur dan bertanggung jawab.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Jaktim pastikan stok pangan aman

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap memantau ketersediaan pangan jelang Imlek, Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah meski stok dipastikan aman.

“Kami bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta melakukan sejumlah kegiatan, seperti monitoring rutin ketersediaan dan harga pangan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta Uus Kuswanto di Jakarta, Rabu (11/2).

Salah satu kebutuhan yang akan terus dimonitor ketersediaan dan harganya adalah elpiji (LPG) 3 kilogram. Uus memastikan bahwa pihaknya akan memantau secara langsung untuk hal ini.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan subsidi pangan untuk masyarakat yang membutuhkan, melakukan kampanye bijak belanja dan tidak melakukan "panic buying" hingga melakukan "urban farming".

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menginformasikan terkait pangan di ibu kota melalui aplikasi JAKI yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat hingga melakukan kerja sama antar daerah serta B2B (Business to Business) oleh BUMD Pangan.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |