Xi --Trumpbahas Taiwandalam pembicaraantelepon

2 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas hubungan bilateral, termasuk isu Taiwan, dalam pembicaraan melalui telepon pada Rabu (4/2) malam, di tengah dinamika strategis dan ekonomi kedua negara.

Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri China yang diakses di Beijing, Kamis, Xi menegaskan bahwa Taiwan merupakan isu paling penting dan sensitif dalam hubungan China-AS. “Taiwan adalah wilayah China,” demikian pernyataan tersebut.

Xi dan Trump sebelumnya juga berkomunikasi lewat telepon pada 24 November 2025, sekitar sebulan setelah pertemuan terakhir mereka di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025.

Xi menegaskan China akan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya serta tidak akan membiarkan Taiwan dipisahkan. Ia juga meminta AS bersikap bijaksana dalam menangani penjualan senjata ke Taiwan.

Pada 17 Desember 2025, AS diketahui menjual senjata dan peralatan terkait kepada Taiwan senilai lebih dari 11 miliar dolar AS, atau sekitar Rp183,9 triliun, yang memicu protes keras dari pemerintah China.

Xi menilai pertemuan di Busan berhasil menetapkan arah dan tujuan hubungan China-AS serta disambut positif oleh rakyat kedua negara dan komunitas internasional.

“Saya sangat menghargai hubungan ini. Di tahun baru, saya berharap kita dapat mengarahkan hubungan China-AS dengan mantap melalui berbagai tantangan dan mencapai lebih banyak hal besar dan baik,” ujar Xi.

Ia mengatakan China juga memiliki kekhawatiran sebagaimana AS, namun menegaskan Beijing selalu menepati janji sehingga pernyataan dan tindakan berjalan seiring.

Menurut Xi, jika kedua negara bekerja dalam semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, jalan untuk mengatasi perbedaan akan selalu terbuka.

Xi menambahkan bahwa kedua negara memiliki agenda besar pada 2026. China akan memulai Rencana Lima Tahun ke-15, sementara AS merayakan 250 tahun kemerdekaannya.

Baca juga: Beijing bantah klaim Trump terkait sikap Presiden Xi terhadap Taiwan

China akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, sedangkan AS menjadi tuan rumah KTT G20, sehingga kedua negara perlu memperkuat dialog, mengelola perbedaan, dan memperluas kerja sama praktis.

Ia berharap 2026 menjadi tahun kemajuan bertahap menuju saling percaya, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Sementara itu, Trump dalam rilis yang sama menyatakan AS dan China adalah negara besar dengan hubungan bilateral terpenting di dunia.

“Saya memiliki hubungan baik dan sangat menghormati Presiden Xi. Di bawah kepemimpinan kami, kerja sama ekonomi dan perdagangan berjalan baik, dan saya ingin melihat China berhasil,” kata Trump.

Trump menegaskan AS ingin memperdalam kerja sama dan mencapai lebih banyak kemajuan dalam hubungan bilateral.

Ia juga mengatakan memahami sikap China terkait Taiwan dan berharap kedua pihak terus berdialog serta menjaga hubungan tetap stabil selama masa kepresidenannya.

Sebelumnya, pada 15 Januari 2026, AS mengumumkan kesepakatan dagang dengan Taiwan terkait komitmen investasi 250 miliar dolar AS di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi AS, sebagai imbalan penurunan tarif impor produk Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen.

Selain itu, Taiwan sepakat memberikan tambahan jaminan kredit 250 miliar dolar AS untuk mendukung perusahaan kecil dalam rantai pasok chip agar berkembang di AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan target Washington adalah memindahkan 40 persen rantai pasok dan produksi chip Taiwan ke AS, mengingat Taiwan merupakan produsen chip komputer paling canggih di dunia.

Baca juga: Trump sebut China tidak akan mengambil Taiwan selama ia jadi presiden

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |