Iran bersihkan 50 akses terowongan bawah tanah usai serangan AS-Israel

2 hours ago 3

Washington (ANTARA) - Iran telah membersihkan puing-puing di 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang berada di 18 pangkalan bawah tanah yang sebelumnya menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel, menurut laporan CNN, Minggu (31/5) merujuk pada analisis citra satelit.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa upaya pemulihan di fasilitas bawah tanah Iran berlangsung semakin cepat sejak gencatan senjata mulai diberlakukan. Citra satelit yang ditinjau CNN memperlihatkan aktivitas pembersihan di sejumlah lokasi yang terdampak serangan.

Dalam beberapa hari serangan, Amerika Serikat dan Israel berupaya membatasi akses ke fasilitas bawah tanah Iran melalui serangan rudal. Menurut CNN, serangan itu menargetkan jalan-jalan menuju fasilitas tersebut serta menyebabkan runtuhnya sejumlah pintu masuk terowongan.

Sejak gencatan senjata berlaku, aktivitas pembersihan di pangkalan-pangkalan bawah tanah tersebut dilaporkan meningkat secara signifikan. Citra satelit menunjukkan Iran menggunakan peralatan sederhana, termasuk buldoser dan truk pengangkut, untuk membersihkan puing dan dampak serangan rudal.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap puluhan target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban di kalangan warga sipil.

Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa hasil yang pasti. Setelah itu, Amerika Serikat memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya memperpanjang penghentian permusuhan tersebut untuk memberikan waktu kepada Iran dalam menyusun proposal perdamaian.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Timteng tak lagi jadi tameng pangkalan AS

Baca juga: Belajar dari perang Irak, Trump sebut tidak akan ganggu militer Iran

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |