Jakarta (ANTARA) - Peralihan pengguna kendaraan mesin konvensional ke elektrik, semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2026, seperti yang diungkap dari hasil survei dan data transaksi oleh Edmunds di Amerika Serikat.
CarsCoops, pada Minggu (31/5) waktu setempat, melaporkan bahwa sebanyak 67,1 persen pembeli kendaraan listrik baru pada Januari 2026 menukarkan mobil bermesin bensin mereka saat melakukan pembelian.
Menurut data yang ada, angka tersebut memiliki peningkatan sebesar 72,1 persen pada April 2026, mengindikasikan bahwa kendaraan listrik semakin menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin mengganti kendaraan lama.
Peningkatan juga terasa di pembelian kedua, di mana, konsumen yang sudah pernah membeli kendaraan listrik, melakukan pembelian selanjutnya. Data tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 26,2 persen pada Januari 2026.
Baca juga: Pemesanan BYD Atto 3 tembus 30 ribu unit dalam sepekan sejak meluncur
Pada April, persentasenya melonjak menjadi 35,4 persen. Data ini menunjukkan tingkat kepuasan pengguna kendaraan listrik yang cukup tinggi, sehingga mendorong mereka untuk tetap berada di ekosistem kendaraan tanpa emisi tersebut.
Peningkatan pembelian kendaraan elektrik, terjadi berbarengan dengan berakhirnya sejumlah insentif untuk pembelian kendaraan listrik, termasuk kredit pajak federal di Amerika Serikat yang mencapai 7.500 dolar AS serta berbagai insentif tingkat negara bagian.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa daya tarik kendaraan listrik tidak lagi semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah.
Meski demikian, Edmunds menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren tersebut merupakan perubahan permanen dalam perilaku konsumen.
Direktur Senior Insights Edmunds, Ivan Drury, mengatakan lonjakan minat terhadap EV bisa jadi berkaitan dengan meningkatnya harga bahan bakar akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu, Cox Automotive menunjukkan harga kendaraan bekas yang terus meningkat. Indeks Nilai Kendaraan Bekas Manheim tercatat sekitar 4 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin diterima pasar. Namun, apakah fenomena tersebut akan menjadi pergeseran permanen atau sekadar respons terhadap mahalnya bahan bakar, masih memerlukan waktu dan pengamatan lebih lanjut.
Baca juga: Rivian R2 di AS mulai dikirim kepada pelanggan pada 9 Juni 2026
Baca juga: Chery Q tawarkan berbagai fitur keselamatan
Baca juga: Mobil listrik Ferrari Luce 2027 akhirnya diungkap
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































