Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong ikan arwana Indonesia semakin mendunia melalui penyelenggaraan kontes internasional sebagai upaya memperluas pasar ekspor, meningkatkan nilai ekonomi, dan memperkuat daya saing.
"Kami terus mendorong pengembangan sektor ikan hias, khususnya Arwana Super Red sebagai komoditas unggulan Kalimantan Barat yang memiliki daya saing global," kata Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Sarmintohadi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Salah satunya dengan mendukung pelaksanaan ajang Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk Indonesia (APPS) International Arowana Contest 2026 di Pontianak Convention Centre, Kalimantan Barat.
Dia berharap ajang tersebut dapat terus mendorong pengembangan sektor ikan hias nasional sekaligus memperkuat komitmen terhadap konservasi dan perdagangan yang legal serta berkelanjutan.
Ia menambahkan, pencapaian terbesar dari kontes itu bukan hanya pada kualitas ikan arwana yang ditampilkan, tetapi juga keberhasilan menghadirkan kolaborasi internasional antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan peserta dari berbagai negara.
"Momentum tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas promosi Arwana Indonesia di pasar global," ujarnya.
Ajang tahunan berskala internasional itu menghadirkan sebanyak 192 ikan arwana super red terbaik dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, China, Taiwan, dan Vietnam.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) bersama Mayin International, kegiatan itu menjadi wadah mempertemukan komunitas arwana internasional, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memperkuat jejaring perdagangan ikan hias yang legal dan berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi penyelenggaraan kontes internasional tersebut. Menurutnya, provinsi itu memiliki keunggulan sebagai habitat asli arwana merah yang dikenal memiliki kualitas terbaik.
“Ikan siluk (arwana) yang merah dan indah tidak ada di daerah lain kecuali di Kalimantan Barat, yaitu di Kapuas Hulu sebagai habitat asalnya. Kalau di luar Kalimantan Barat ada, tetapi tidak seindah yang di Kalimantan Barat,” ujar Ria.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Koswara menegaskan arwana super red asal Kalimantan Barat menjadi salah satu jenis ikan hias paling bernilai di pasar internasional.
"Karakteristik warna merah cerah, bentuk tubuh yang elegan, serta kualitas sisik yang khas menjadikan ikan ini memiliki daya tarik tinggi dan diminati oleh kolektor maupun pecinta ikan hias dari berbagai negara,” ujar Koswara.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan ekspor arwana wajib mengikuti regulasi ketat baik nasional maupun internasional karena arwana super red merupakan jenis ikan yang dilindungi penuh dan masuk dalam Appendiks I CITES.
Perdagangan arwana diatur melalui Permen KP Nomor 61 Tahun 2018 dan Kepmen KP Nomor 1 Tahun 2021.
"Pengawasan dilakukan ketat untuk memastikan kelestarian spesies,” jelasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi internasional, APPS International Arowana Contest 2026 juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi arwana Indonesia ke pasar dunia.
Antusiasme peserta dan komunitas arwana serta dukungan multipihak berhasil menghadirkan kontes yang mendapat perhatian luas dari pecinta ikan hias dalam maupun luar negeri sekaligus memperkuat pengembangan sektor ikan hias nasional sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor ikan hias nasional.
Trenggono berharap pengembangan komoditas arwana diharapkan dapat memperkuat daya saing ekspor Indonesia sekaligus mendukung upaya konservasi spesies dan pelestarian habitat secara berkelanjutan.
Baca juga: Pemprov Kalbar jadikan ikan arwana sebagai komoditas ekspor unggulan
Baca juga: KKP dukung peningkatan ekspor arwana super red Kalbar perkuat devisa
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































