Warga Buleleng bersihkan sungai peringati hari lahirnya Pancasila  

6 hours ago 5

Buleleng, Bali (ANTARA) - Warga Kelurahan Penarukan Kota Singaraja Bali bersama Sungai Watch Station Buleleng menggelar Gerakan Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jalan Setiabudi Lingkungan Satria sebagai wujud kepedulian lingkungan pada peringatan Hari Lahir Pancasila.

"Aksi gotong-royong berhasil mengumpulkan 187 kilogram lebih sampah anorganik dari aliran sungai dan sekitarnya," kata Lurah Penarukan Desak Made Susanti di Buleleng, Bali, Senin.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya bersih-bersih fisik, tetapi juga menjadi momentum edukasi bagi warga agar tidak membuang sampah sembarangan di Hari Lahir Pancasila.

Dia menjelaskan kolaborasi dengan Sungai Watch dan Krama Subak Yeh Taluh merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.

“Semoga dengan kegiatan gotong-royong ini, warga di seputaran Penarukan semakin sadar untuk tidak buang sampah sembarangan. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Sungai Watch yang sudah begitu peduli dan berpartisipasi,” jelasnya.

Baca juga: Tim BRIN kaji TPS3R di Buleleng dukung Gerakan Bali Bersih Sampah

Baca juga: ITDC Bali olah 22,9 ton sampah organik per hari

Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Penarukan akan terus melibatkan desa adat, banjar se-Kelurahan Penarukan, Krama Subak, dan warga sekitar dalam program edukasi menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami juga akan memasang spanduk sesuai instruksi pemerintah dan berupaya bersama Desa Adat untuk menyiapkan CCTV untuk mengawasi kebersihan sungai,” ujar Susanti.

Sementara itu, Station Manager Sungai Watch Buleleng I Gede Duta Dharma menjelaskan Sungai Watch memiliki dua tipe aksi bersih-bersih.

Pertama, pemasangan jaring dan patroli rutin. Kedua, aksi clean up seperti yang dilakukan pada Senin pagi.

Untuk di Kelurahan Penarukan, Sungai Watch telah memasang dua jaring. Dari jaring tersebut, rata-rata didapatkan sekitar 20 kilogram sampah setiap hari.

Baca juga: Menteri LH: Sampah di Bali jangan coreng pariwisata Indonesia

Baca juga: Bali rancang gerakan bersih sampah laut serentak 1 Maret

Pemasangan jaring itu membantu aliran air sawah dan subak agar tetap bersih dan tidak tercampur sampah.

“Kami siap berdiskusi lebih lanjut dengan Krama Subak jika dibutuhkan penambahan jaring sampah,” ungkap Duta Dharma.

Lebih lanjut, Duta Dharma mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah. Sampah organik bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Sedangkan, sampah anorganik bisa dikelola menggunakan jasa angkutan sampah dari desa atau kelurahan.

“Kalau sudah ada aturan dari Pergub atau Perda tentang pengelolaan sampah di Bali, tolong aturan itu ditaati demi lingkungan kita yang lebih bersih,” pesannya.

Ia pun menyampaikan kesiapannya dalam membantu program-program pengelolaan sampah khususnya gerakan bersih-bersih atau gotong royong. Pihaknya pun menyadari masih ada warga yang membuang sampah sembarangan.

“Yang penting ada tumpukan sampah, kami siap bantu,” tutup Duta Dharma.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, PLN EPI gelar aksi bersih Sungai Ciliwung

Baca juga: Pemkot Ambon angkut 1,5 ton sampah dari "trash boom" di sungai

Baca juga: Peneliti ungkap bahaya mikroplastik sampah pakaian yang cemari sungai

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |