Menikmati keindahan terumbu karang dan hutan mangrove di Berau

5 hours ago 2
  • Selasa, 2 Juni 2026 03:27 WIB

Wisatawan melihat terumbu karang saat menyelam di perairan Pulau Balikukup, Berau, Kalimantan Timur, Senin (1/6/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa perairan Berau merupakan jantung segitiga terumbu karang global yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia dan Filipina serta menjadi jalur migrasi berbagai spesies laut yang bernilai tinggi. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU

Sejumlah Bekantan (Nasalis larvatus) bergenlantungan di dahan pohon mangrove, di hutan mangrove Sigending, Biduk-biduk, Berau, Kalimantan Timur, Senin (1/6/2026). Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah tersebut memiliki luas hutan mangrove seluas 17.704 hektar yang menjadi habitat sekitar 397 spesies seperti burung, mamalia, ikan, dan terumbu karang, serta berpotensi mereduksi emisi sebesar 72.505 ton CO2e per tahun. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU

Wisatawan mengunjungi hutan mangrove Sigending, di Biduk-biduk, Berau, Kalimantan Timur, Senin (1/6/2026). Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah tersebut memiliki luas hutan mangrove seluas 17.704 hektar yang menjadi habitat sekitar 397 spesies seperti burung, mamalia, ikan, dan terumbu karang, serta berpotensi mereduksi emisi sebesar 72.505 ton CO2e per tahun. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU

Seekor penyu berenang di perairan Pulau Balikukup, Berau, Kalimantan Timur, Senin (1/6/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa perairan Berau merupakan jantung segitiga terumbu karang global yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia dan Filipina serta menjadi jalur migrasi berbagai spesies laut yang bernilai tinggi. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |