Khofifah: Seamless Corridor percepat layanan debarkasi jamaah haji

4 hours ago 2
Melalui pemeriksaan iris mata, seseorang yang terdaftar sebagai penumpang dalam penerbangan akan langsung terbaca datanya

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut penerapan layanan seamless corridor pada kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Debarkasi Surabaya mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian sehingga jamaah tidak perlu mengantre lama setibanya di Tanah Air.

"Ini digital ekosistem yang disiapkan oleh pihak imigrasi luar biasa. Mereka tidak perlu mengantre, hanya melihat kamera dan iris matanya terbaca tanpa harus dicap paspornya," kata Khofifah saat menyambut kedatangan kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin malam.

Khofifah yang juga Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya menjelaskan layanan tersebut sangat memudahkan jamaah, terutama setelah menempuh perjalanan panjang dan menjalani rangkaian ibadah haji yang menguras tenaga.

Bahkan, ia mengaku baru pertama kali menyaksikan layanan keimigrasian yang mampu mempercepat proses pemeriksaan bagi penumpang dalam jumlah besar.

Gubernur wanita pertama di Jawa Timur itu juga bersyukur jamaah kloter pertama yang tiba terlihat dalam kondisi segar setelah menunaikan ibadah haji.

"Mudah-mudahan semua hajinya mabrur dan mabrurah. Mereka datang dalam keadaan segar dan seluruh perjalanan dipermudah Allah SWT," ucapnya.

Baca juga: PPIH: 378 jamaah haji kloter pertama tiba di Surabaya

Baca juga: Imigrasi terapkan Corridor Gate di Debarkasi Surabaya

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono menjelaskan Immigration Seamless Process Corridor Gate merupakan layanan pemeriksaan keimigrasian yang memanfaatkan identifikasi iris mata untuk mencocokkan data penumpang dengan manifes penerbangan.

"Melalui pemeriksaan iris mata, seseorang yang terdaftar sebagai penumpang dalam penerbangan akan langsung terbaca datanya. Jadi mereka cukup memegang paspor saja dan data perlintasannya sudah tercatat," katanya.

Menurut dia, layanan tersebut terbukti mempercepat proses pemeriksaan, karena sebanyak 378 jamaah haji dalam satu penerbangan dapat diproses dalam waktu kurang dari 40 menit.

Dibandingkan dengan sistem manual seperti tahun sebelumnya, kata dia, memerlukan dua hingga tiga jam untuk memeriksa jamaah haji dalam satu kloter.

Selain itu, Novianto menyebut tingkat akurasi sistem mencapai 99,9 persen, karena dari total 378 jamaah yang diperiksa hanya dua hingga tiga orang yang tidak terbaca oleh sistem sehingga harus menjalani pemeriksaan secara manual.

Menurut dia, penerapan sistem tersebut juga membantu pencocokan data penumpang dengan manifes penerbangan sehingga seluruh jamaah yang masuk ke Indonesia dapat terdata secara akurat.

"Di Surabaya ini yang pertama. Sebelumnya sudah berjalan di Soekarno-Hatta dan sekarang diterapkan di Surabaya yang langsung dilakukan di Asrama Haji Surabaya," ucapnya.

Baca juga: Penyaluran dam via Adahi bukti layanan haji telah dikelola dengan baik

Baca juga: BKSAP DPR nilai penyelenggaraan haji 2026 lebih baik

Baca juga: PPIH: Kloter 1 Debarkasi Medan dijadwalkan tiba Selasa dini hari

Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |