GIZ dan pemerintah perkuat literasi lingkungan pada generasi muda

2 hours ago 2
ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional

Jakarta (ANTARA) - Kolaborasi The International Climate Initiative (IKI) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak generasi muda memperkuat literasi lingkungan mengenai fungsi penting ekosistem mangrove sebagai benteng pertahanan ekologi perkotaan.

Lead Communication Unit for Resilient Nature Cooperation Area, GIZ Indonesia Gandabhaskara Saputra mengatakan lokasi edukasi berada di Taman Wisata Alam Angke Kapuk karena merepresentasikan salah satu ekosistem mangrove urban yang krusial di ibu kota.

"Kegiatan di TWA Angke Kapuk ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional hasil kerja sama GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan memberikan pengalaman dan edukasi pentingnya keanekaragaman hayati bagi generasi muda langsung di lapangan sebagai frontliners menjaga keberlanjutan lingkungan hidup," katanya dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.

Kegiatan ini melibatkan 120 siswa dan guru pendamping yang berasal dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jakarta.

Baca juga: Kemenhut intensif lestarikan mangrove Papua sebagai paru-paru dunia

Baca juga: Menteri LH ajak warga mulai aksi lokal jaga keanekaragaman hayati

Para siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam, mengenali berbagai spesies flora dan fauna pesisir, serta memahami mekanisme adaptasi ekosistem mangrove dalam menghadapi perubahan iklim global dan ancaman abrasi.

Kegiatan itu sejalan dengan salah satu poin dalam tujuh langkah strategis implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045, yakni menempatkan generasi muda sebagai pelopor masa depan konservasi melalui penguatan literasi dan tanggung jawab menjaga ekosistem lingkungan.

Sinergi global ini juga menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi penerus sebagai garda depan aksi iklim di tingkat lokal yang berdampak pada keberlanjutan global.

Melalui pendekatan edukasi interaktif ini, para peserta mendapatkan wawasan baru yang mengubah cara pandang mereka terhadap pelestarian lingkungan.

Baca juga: ULM temukan 14 spesies mangrove di kawasan PBPH Kotabaru

Baca juga: Pemerhati soroti peran penting pemuda untuk konservasi mangrove

Pengalaman langsung di lapangan juga terbukti mampu menjembatani teori pengetahuan di sekolah dengan realita upaya konservasi di tingkat tapak.

"Saya jadi bisa paham soal mangrove, yang sebelumnya saya tidak tahu. Awalnya saya hanya tahu mangrove itu tumbuh di pinggir laut. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa mangrove bisa mencegah abrasi, menghadapi perubahan cuaca, dan mampu hidup di tanah berlumpur. Saya juga jadi kenal jenis-jenis mangrove sekaligus bisa bertemu dengan teman-teman baru," ujar siswa dari SMK Yadika 2 Vincent Suhardo.

Sebagai mitra pembangunan yang sudah membersamai Indonesia lebih dari 5 dekade, sinergi berkelanjutan seperti yang terjalin antara KLH, GIZ, dan sektor pendidikan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen perubahan muda yang siap berkontribusi aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati nusantara demi keberlanjutan masa depan bumi dan pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Baca juga: Pemuda Kepulauan Seribu tanam mangrove dukung program nol emisi karbon

Baca juga: BRGM: Peran pemuda dorong keberhasilan konservasi gambut dan mangrove

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |