Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendukung pelestarian budaya di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, dengan menghadiri Tingalan Jumenengan Dalem Ke-4 K. G. P. A. A. Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Keprabon, Surakarta.
Tingalan Jumenengan Dalem merupakan peringatan hari kenaikan takhta Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X yang pada hari ini tepat memasuki tahun ke-4.
Wapres menjelaskan Tingalan Jumenengan Dalem merupakan tradisi yang mencerminkan upaya pelestarian budaya yang mampu adaptif, terbuka, serta mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan dinamika masyarakat modern.
Di lokasi prosesi upacara adat, Wapres Gibran, yang mengenakan pakaian adat lengkap, hadir bersama istrinya, Selvi Ananda. Kehadiran Gibran pun disambut oleh Ketua Panitia Tingalan Jumenengan G. R. Aj. Ancillasura Marina, KRMT Nugroho Hari Sasongko, dan Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
Prosesi upacara adat di Pura Mangkunegaran diawali dengan kirab prajurit (royal defile), kemudian pertunjukan tari sakral Bedhaya Anglir Mendhung yang diiringi musik gamelan. Kemudian, ada juga persembahan artistik dari seniman dan akademisi seni R. Ngt. T. Dr. Peni Candra Rini.
Mangkunegara X, yang juga populer dengan nama Gusti Bhre, dalam titahnya (sabda dalem) menyampaikan refleksi mengenai Pura Mangkunegaran yang diharapkan punya makna sosial bagi masyarakat.
“Semoga Mangkunegaran bukan hanya sekadar wadah fisik bangunan dan tembok, namun menjadi tempat kita bisa merasakan apa arti rumah itu sesungguhnya,” kata Mangkunegara X.
Dalam titahnya itu, Mangkunegara X juga menyampaikan wejangan mengenai makna kebahagiaan.
“Kita percaya kebahagiaan bukan sesuatu yang dikejar dengan tergesa, melainkan dijalani sebagai suatu laku. (Kebahagiaan, red.) tidak lahir dari pencapaian semata, tetapi dari cara manusia menata batin, bersikap jernih memaknai perjalanan hidupnya dari hari ke hari,” ujar Mangkunegara X.
Di Pura Mangkunegaran, dalam rangkaian upacara, Mangkunegara X, disaksikan oleh Wapres Gibran, juga memberi anugerah gelar Kanjeng Pangeran (KP) kepada 18 tokoh, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Bupati Blora Arif Rahman, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Kemudian, ada pula Rektor ISI Surakarta Bondet Wrahatnala, dan Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.
Wapres Gibran juga telah menerima gelar Kanjeng Pangeran Haryo dari Mangkunegara X pada tahun 2023.
Tingalan Jumenengan Dalem merupakan acara yang rutin digelar tiap tahun. Untuk upacara tahun ini, peringatan itu melibatkan hingga 1.000 orang dari berbagai kalangan, dan dihadiri oleh 800 tamu undangan.
Sekretariat Wakil Presiden dalam siaran resminya menjelaskan kehadiran Wapres Gibran dalam upacara adat itu merupakan wujud penghormatan sekaligus dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan warisan budaya Nusantara, yang sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kebudayaan sebagai jati diri bangsa.
Selepas mengikuti seluruh rangkaian prosesi adat, Wapres Gibran meninggalkan lokasi acara dan langsung kembali ke Jakarta.
Baca juga: Gibran apresiasi inovasi mahasiswa UKSW bagi pembangunan nasional
Baca juga: Wapres Gibran minta mhasiswa UKSW kuasai AI dan teknologi digital
Baca juga: Kunker Jateng, Wapres hadiri talkshow kampus dan Tingalan Jumenengan
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































