Wilsen Willim rancang koleksi busana Imlek yang fleksibel dipakai

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Desainer Wilsen Willim merancang busana-busana untuk perayaan tahun baru Imlek yang juga bisa dipakai pada kesempatan lain.

Wilsen melakukan perjalanan ke beberapa negara guna melakukan riset dalam upaya untuk menghadirkan busana-busana Imlek dengan ciri budaya peranakan Tionghoa.

"Akhir-akhir ini saya transform brand ke arah peranakan wear. Saya banyak riset dan traveling, termasuk ke China," katanya dalam acara bincang-bincang bertajuk "Lunaire a La Mode" di gerai Pendopo, Living World, Tangerang Selatan, Kamis.

"Saya ingin menyajikan warna muted supaya di luar Imlek pun masih bisa dipakai," katanya merujuk pada warna-warna yang tidak mencolok.

Ia merancang busana-busana Imlek dengan mempertimbangkan fungsi pemakaian dalam jangka panjang. Sebagai contoh, atasan dibuat dengan potongan yang mudah dipadukan dengan kain maupun model bawahan lain untuk menghadirkan fleksibilitas dalam penggunaan.

Wilsen mengemukakan bahwa preferensi warna busana perayaan Imlek telah bergeser. Orang-orang tidak lagi terpaku pada warna merah terang, tetapi mulai menerima pilihan warna yang lebih netral.

"Sekarang orang sudah lebih banyak riset. Di beberapa tempat, warna seperti light grey (abu-abu muda) sampai hitam juga dipakai saat Imlek. Hitam dan putih tidak masalah selama tidak tampil monokrom seperti suasana duka," katanya.

Ia menambahkan, busana Imlek dengan warna yang lebih tenang lebih mudah dipadupadankan dengan pakaian yang lain, sehingga dapat dipakai untuk kesempatan yang lain.

Baca juga: Wilsen Willim tonjolkan teknik tailoring dalam koleksi Lunar 2026

Baca juga: Koleksi Lunar 2026 karya Wilsen Willim dihadirkan untuk sambut Imlek

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |