Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyebutkan delapan desa dari Kabupaten Lampung Selatan yang akan masuk ke wilayah Kota Bandarlampung menjadi anugerah dalam perkembangan Kota Tapis Berseri tersebut.
"Rencana Pemprov Lampung menggabungkan delapan desa Lampung Selatan ke Kota Bandarlampung tentunya menjadi anugerah bagi perkembangan kota ini," katanya di Bandarlampung, Rabu.
Dia menegaskan bahwa saat ke delapan desa tersebut resmi bergabung, tentunya Pemerintah Kota Bandarlampung berkomitmen langsung melakukan penataan dan pembangunan di wilayah tersebut.
"Kalau memang diberikan kepada Kota Bandarlampung, nanti akan langsung kami kerjakan yang terbaik untuk delapan desa yang bergabung masuk ke kota ini," katanya.
Eva Dwiana menjelaskan delapan desa tersebut rencananya akan ditata ulang menjadi empat kelurahan di mana penggabungan tersebut nantinya akan membawa lebih dari 34 ribu masyarakat masuk ke wilayah administrasi Kota Bandarlampung.
"Hal ini dilakukan karena ada beberapa desa yang jumlah penduduknya masih relatif kecil sehingga dinilai lebih efektif jika digabung. Ada satu desa yang penduduknya hanya sekitar 300 orang, kemungkinan akan kami satukan. Nanti dibentuk kecamatan kota baru dengan empat kelurahan," kata dia.
Selain penataan wilayah administrasi, Wali Kota Bandarlampung itu juga menilai penggabungan ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bandarlampung.
"Secara ekonomi dengan pembangunan ini Kota Bandarlampung juga akan berubah. Bahkan pemerintah kota juga berencana menata sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan menjadikan wilayah Kota Baru sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat," kata dia.
Sebagai informasi Pemerintah Provinsi Lampung tengah memproses penyesuaian batas wilayah antara Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Sebanyak delapan desa di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan telah menyatakan persetujuan untuk bergabung dengan Kota Bandarlampung, yakni Desa Purwotani, Margorejo, Sinar Rejeki, Margomulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjar Agung.
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































