Mendukbangga: MBG 3B telah jangkau 3,2 juta penerima manfaat

1 hour ago 1

Cilegon, Banten (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) telah menjangkau 3,2 juta penerima manfaat per hari ini.

Wihaji mengemukakan, setiap hari sebanyak 51 ribu tim pendamping keluarga (TPK) mengantarkan MBG untuk sasaran tersebut. Ke depan, sebanyak 597.662 TPK akan diberdayakan untuk mengantarkan MBG 3B yang targetnya mencapai 82,9 juta penerima manfaat.

"Setiap hari ibu-ibu TPK ini mengantarkan 3,2 juta penerima manfaat, baik ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita non-PAUD, tentu targetnya lebih banyak lagi karena kan tidak bisa diprediksi, ibu hamil ini kan tahu-tahu besok ada hamil, itu kita kasih besok sudah melahirkan nanti ada lagi," katanya di Cilegon, Banten, Kamis.

Wihaji menegaskan, Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terus mengedukasi TPK untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) saat mengantarkan MBG, mengingat beberapa waktu yang lalu sempat ada kejadian di mana kader TPK memindahkan makanan ke plastik untuk menghindari hujan.

Baca juga: Mendukbangga: Indonesia perlu bangga MBG 3B satu-satunya di dunia

"Yang penting jangan diulangi lagi, kita sudah kasih teguran. Teman-teman sudah mendatangi tim, kita enggak boleh saling menyalahkan, yang penting kalau salah minta maaf dan jangan diulangi. Harapan kita, itu bagian dari tugas dan kewajiban kita selaku yang punya kewenangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat," ujarnya.

Sebagai apresiasi pemerintah, Wihaji mengingatkan bahwa BGN sudah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) bahwa setiap TPK yang mengantarkan MBG kepada penerima manfaat akan diganti ongkosnya Rp1.000. Meski di beberapa wilayah hal tersebut belum diterapkan, Wihaji meminta tiap-tiap SPPG untuk memperhatikan hal tersebut.

"Itu sudah ada juknis dari BGN, sudah dikeluarkan bahwa setiap ompreng pengganti ongkosnya Rp1.000 kepada penerima manfaat yang memberikan, atau yang mendistribusikan dapat ongkos Rp1.000, itu juknisnya begitu, karena itu, kalau ada yang belum, Insya Allah kita kasih penjelasan karena memang di lapangan beda-beda. Tentu harapan kita juknis ini menjadi pegangan dari semua SPPG se-Indonesia," tuturnya.

Wihaji juga mengemukakan, Program MBG perlu diiringi dengan edukasi untuk tidak menikah dini agar program tersebut efektif untuk mencegah stunting.

Baca juga: Mendukbangga upayakan MBG untuk sasaran 3B jangkau wilayah 3T

"Kita dikasih tugas Presiden untuk mengantar MBG, dan kuncinya ada di keluarga. Salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi, tetapi masih ada tiga faktor penyebab lainnya yakni air bersih, sanitasi, dan pernikahan dini. Kalau menikah dini itu berdasarkan penelitian para dokter, ada kemungkinan 99 persen anaknya bisa stunting," ucap Mendukbangga Wihaji.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |