KPKP Jaksel targetkan sterilisasi 2.500 kucing pada 2026

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menargetkan sterilisasi terhadap 2.500 ekor kucing pada 2026 untuk menjaga populasi.

"Tahun lalu target kami sebanyak 2.300 ekor. Alhamdulillah, realisasinya melampaui target dengan total 2.569 ekor kucing berhasil disteril," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini di Jakarta, Kamis.

Irawati mengatakan target sterilisasi di 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah 2.300 ekor kucing. Dalam pelaksanaan sterilisasi kucing, pihaknya menerapkan sejumlah metode guna mencapai target yang telah ditetapkan.

Salah satunya, melalui kolaborasi dengan pihak kecamatan, dengan target sterilisasi sebanyak 125 ekor kucing jantan di setiap kecamatan.

"Metode swakelola juga dilaksanakan di klinik dokter hewan yang ditunjuk oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk mensterilisasi sebanyak 500 ekor kucing betina," ucapnya.

Metode lainnya adalah Trap-Neuter-Return (TNR), yakni kucing yang ditangkap untuk kemudian disterilisasi dan dikembalikan ke habitat asalnya. Program ini menyasar sebanyak 750 ekor kucing, khususnya di lokasi yang banyak menerima aduan dari masyarakat.

"Harapan kami pada tahun ini dapat menjangkau lebih banyak kucing. Meskipun target selalu terlampaui, kami tidak cepat berpuas diri karena populasi kucing terus bertambah cepat, baik akibat dilepas liarkan maupun faktor lainnya," ucapnya.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan sterilisasi terhadap sekitar 13.500 hewan penular rabies (HPR) pada 2025 untuk menekan laju populasi HPR tersebut dan mempertahankan Jakarta bebas rabies.

Baca juga: 782 HPR di Jaksel sudah divaksin rabies pada Januari 2026

Baca juga: KPKP Jaksel capai target vaksinasi dan sterilisasi hewan pada 2025

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |