Ekonomi Jakarta 2025 berkontribusi tinggi terhadap ekonomi nasional

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta pada 2025 berkontribusi sebesar 16,61 persen terhadap perekonomian nasional dan merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

"DKI Jakarta sebagai kontributor utama memberikan sumbangan sebesar 16,61 persen dalam kue ekonomi nasional," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis.

Provinsi berikutnya yang masuk dalam peringkat lima besar kontributor tertinggi terhadap ekonomi nasional yakni Jawa Timur (14,40 persen), Jawa Barat (12,06 persen), diikuti Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, provinsi dengan pertumbuhan tinggi pada tahun 2025 yakni Maluku Utara yakni sebesar 34,17 persen.

Adapun ekonomi Provinsi DKI Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang dicerminkan dengan nominal produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3.926,15 triliun dan atas dasar harga konstan (ADKH) yakni sebesar Rp2.263,24 triliun.


Struktur ekonomi Jakarta sepanjang tahun 2025, kata Kadarmanto, didominasi oleh perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor dengan kontribusi sebesar 18,12 persen.

Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen sepanjang 2025

Kontributor berikutnya, yakni industri pengelolaan dengan pangsa (share) sebesar 11,13 persen, diikuti jasa keuangan dan asuransi yang memberikan kontribusi sebesar 10,96 persen.

Lebih lanjut, tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencatat pertumbuhan sebesar 9,33 persen, diikuti transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 8,69 persen, dan jasa lainnya dengan pertumbuhan sebesar 8,46 persen.

Namun demikian, masih terdapat juga beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi sepanjang tahun 2025 yaitu pengadaan air, pengelolaan limbah, sampah dan daur ulang yang mengalami kontraksi sebesar 3,6 persen.

Kemudian, sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 7,79 persen. "Kontraksi terdalam terjadi pada sektor pengadaan listrik dan gas yaitu sebesar 12,49 persen," ujar Kadarmanto.

Sementara itu, ekonomi Jakarta secara tahunan pada triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,71 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan triwulan III-2025 tumbuh sebesar 3,41 persen.

Nilai ekonomi Jakarta yang tercipta periode ini yang dicerminkan dari nominal produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) sebesar Rp1.041,19 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp582,51 triliun.

Baca juga: Ekraf di Jakarta potensial sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru

Baca juga: Investasi di Jakarta capai Rp270 triliun pada 2025

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |