Sragen (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjenguk siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro akibat atap kelasnya roboh.
Kedatangan sosok yang akrab disapa Gus Yasin di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Sragen, Kamis, untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang baik, sekaligus memberi dukungan moral agar tetap semangat kembali bersekolah.
Baca juga: Bupati Sragen gratiskan PBB untuk empat kelompok prioritas
Di ruang perawatan, ia menyapa para siswa satu per satu, dan mengajak mereka untuk berbincang santai, dengan sesekali canda dan tawa juga terlontar di antara mereka.
Upaya yang dilakukan oleh Gus Yasin itu tak lain adalah untuk membantu memulihkan trauma anak-anak setelah kejadian.
"Masih berani sekolah to?" tanyanya kepada salah satu siswa korban, yang dijawab salah satu siswa dengan singkat, Berani, Pak."
Insiden robohnya atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Akibat kejadian itu, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Hingga Kamis, lima siswa masih dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro dan satu siswa menjalani perawatan di RSI Amal Sehat, sementara dua korban lainnya diperbolehkan pulang.
"Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jateng dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng juga menyalurkan bantuan kepada para korban.
Sementara itu, Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu Mualif mengatakan robohnya atap terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya, ketika proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.
Baca juga: Gubernur Jateng: Keracunan MBG di Sragen jadi evaluasi bersama
Baca juga: Pemkab Sragen hadirkan internet gratis bagi 22 desa kategori miskin
"Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar," katanya.
Saat kejadian terdapat 12 siswa dan seorang guru di dalam kelas. Beruntung, sebagian siswa berada di dekat tembok, sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan.
"Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan sudah menjalani operasi," kata Mualif.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































