Ambon (ANTARA) - Kodam XV/Pattimura menandatangani kontrak konstruksi program cetak sawah seluas 1.454 hektare di Maluku bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto di Jakarta, Kamis, mengatakan program cetak sawah itu merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan produktif di daerah.
“Program cetak sawah ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan janji kami untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Kami ingin memastikan tanah Maluku yang subur ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Dalam program itu, Kodam XV/Pattimura dipercaya menggarap lahan seluas 1.454 hektare yang tersebar di 11 titik di Provinsi Maluku.
Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi wilayah dengan alokasi terbesar yakni 1.362 hektare yang tersebar di sembilan desa, sedangkan Kabupaten Maluku Tengah mendapat alokasi 92 hektare di dua desa.
Pangdam mengatakan TNI tidak hanya berperan menjaga keamanan negara, tetapi juga terlibat langsung dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
“TNI akan mengawal proses ini dengan penuh integritas agar setiap jengkal tanah yang dicetak mampu melahirkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Bumi Raja-Raja,” ujarnya.
Program cetak sawah seluas 1.454 hektare yang dilakukan Kodam XV/Pattimura penting karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas ekonomi daerah, khususnya di Maluku.
Program ini mendukung target swasembada pangan nasional. Penambahan lahan sawah baru dapat meningkatkan produksi beras dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah maupun impor dapat dikurangi.
Disamping itu bagi Maluku yang selama ini menghadapi tantangan distribusi pangan akibat kondisi geografis kepulauan, keberadaan sawah produktif di daerah sendiri menjadi sangat strategis. Produksi pangan lokal yang meningkat dapat membantu menjaga ketersediaan beras dan menekan gejolak harga.
Kemudian program ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif dapat dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan baru bagi petani, sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan pendukungnya.
Melalui program tersebut, lahan tidur diharapkan dapat diubah menjadi sawah produktif guna meningkatkan hasil pertanian, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian masyarakat desa di Maluku.
Baca juga: Pangdam XV/Pattimura perkuat kesiapsiagaan hadapi bencana
Baca juga: Pangdam Pattimura ingatkan prajurit terlibat politik berisiko dipecat
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































