Tren busana pria yang mendominasi di Pekan Mode Pria Paris 2026

1 week ago 11

Jakarta (ANTARA) - Pekan Mode Pria Paris, yang berakhir pada hari Minggu waktu setempat, menyaksikan para desainer memilih gaya yang seringkali pragmatis dan tak lekang oleh waktu, mencerminkan pendekatan berisiko rendah di masa yang tidak pasti bagi industri ini, kata para ahli.

Ditulis laman Hindustan Times, Senin, edisi Musim Gugur/Musim Dingin 2026 ini lebih terukur, baik dari segi substansi maupun gaya.

“Ini merupakan musim yang cukup konservatif, tanpa adanya tawaran yang luar biasa," kata Matthieu Morge Zucconi, kepala bagian mode pria di surat kabar Le Figaro Prancis, kepada AFP.

Kombinasi klasik setelan jas dan dasi menonjol sebagai salah satu penanda terkuat di atas panggung peragaan busana. Palet warna secara keseluruhan cukup klasik yakni hitam, abu-abu, krem, dan cokelat.

Baca juga: David Beckham puji peragaan busana Victoria di Paris Fashion Week

Jaket-jaket berukuran besar dan mewah dengan bantalan bahu tebal dari musim-musim sebelumnya kini menjadi lebih pas di badan, tetap berpotongan longgar, tetapi lebih tradisional.

"Saya rasa seiring bertambahnya usia dan cara pandangan saya terhadap dunia yang kini berkembang, saya ingin menciptakan siluet yang sedikit lebih pas di badan," kata kepala 3.Paradis yang berbasis di Paris, Emeric Tchatchoua, kepada AFP.

Kepala desainer Louis Vuitton, Pharrell Williams, menulis bahwa koleksinya juga terbilang konvensional dirancang untuk bertahan lama dan bukan untuk cepat usang, merupakan cara untuk mengekspresikan busana yang tak lekang oleh waktu.

Baca juga: Meghan Markle tampil perdana di Paris Fashion Week 2026

Bagi Adrien Communier, kepala bagian mode di majalah GQ di Prancis, sikap menahan diri ini menandakan kembalinya ke hal-hal mendasar yakni fenomena menciptakan pakaian untuk saat ini, yang akan tahan lama dan cocok untuk kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, baik masyarakat maupun para desainer tidak lagi mencari busana musiman yang cepat ketinggalan zaman, melainkan memilih gaya yang akan bertahan lama.

Sementara Desainer Dior, Jonathan Anderson, tampak lebih berani daripada kebanyakan orang untuk mengambil beberapa risiko. Dia mengirimkan kemeja bermotif kotak-kotak yang dihiasi dengan epaulet berhiaskan rhinestones, sementara para model mengenakan wig kuning atau wig dengan ujung runcing.

Baca juga: Charlize Theron tampil dengan untaian permata di Paris Fashion Week

Jaket Bar, item andalan Dior, didesain ulang dalam format yang lebih kecil. Mantel jubah abu-abu dari Dries van Noten memiliki permata kecil yang tertanam di dalamnya, sementara ada mantel bulu imitasi untuk pria di KidSuper dan Willy Chavarria.

Sulaman muncul di beberapa peragaan busana, sementara motif bunga dan jaket bomber tambal sulam juga ditampilkan. Sentuhan yang lebih cerah, seperti warna ungu yang terlihat dari Dior hingga Vuitton, melalui Issey Miyake dan Etudes Studio.

Merek-merk besar berupaya meyakinkan pelanggan untuk tidak mengambil risiko yang membuat mereka gelisah di tengah konflik internasional.

Baca juga: Hermes usung busana pria serbaguna untuk Paris Fashion Week

Kondisi dunia yang tidak stabil telah membebani penjualan barang mewah selama beberapa tahun terakhir, mengurangi keuntungan pada grup-grup barang mewah yang sebelumnya menikmati lonjakan penjualan pasca-COVID.

Simon Longland, kepala pembeli fesyen untuk toko mewah Harrod's di London, juga mengatakan bahwa pekan lalu adalah tentang para desainer yang "menawarkan fleksibilitas, kenyamanan, dan daya tahan”.

“Secara umum, koleksi-koleksi tersebut terasa kurang didorong oleh tren dan lebih fokus pada menciptakan karya-karya yang memiliki tujuan—pakaian yang dimaksudkan untuk dikenakan, dihayati, dan dihargai selama beberapa musim, bukan hanya ditentukan oleh momen tertentu saja," katanya.

Baca juga: Prada luncurkan koleksi pakaian pria bertema kantor dan alam

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |