Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis lulusan Universitas Padjajaran Virginia Hanny M.Psi., Psikolog mengatakan hari pertama kembali bekerja setelah liburan panjang biasanya sering terasa berat namun dapat atasi dengan beberapa kiat yang bisa dilakukan individu di tempat kerja.
Kepada ANTARA, Senin, psikolog di Personal Growth itu mengatakan hal yang bisa dilakukan saat kembali bekerja setelah libur panjang di antaranya menurunkan ekspektasi diri maupun pada lingkungan kantor dan mulai dari tugas ringan seperti mengecek administratif.
“Tidak perlu langsung kembali 100 persen produktif. Fokus pada re-adjustment terlebih dahulu. Mulai dari tugas ringan atau administratif misalnya membaca email, menyusun to-do list, atau mengecek prioritas kerja,” kata VIrginia.
Ia juga mengatakan setelah periode kebersamaan yang intens dan kembali ke rutinitas bisa memunculkan perasaan kehilangan yang menjadi bagian post holiday blues.
Pada fase ini wajar jika badan dan mental membutuhkan waktu untuk kembali “on track” pada pekerjaan.
Baca juga: Kemenkes beri kiat sederhana hadapi post-holiday blues setelah mudik
Ia menyarankan untuk mempertahankan aktivitas positif dari liburan dan menghindari langsung pekerjaan yang menumpuk di awal masuk kerja.
Untuk mengembalikan rutinitas secara bertahap bisa dilakukan lebih awal misalnya 1-2 hari sebelumnya untuk menyesuaikan ritme agar lebih siap untuk menghadapi hari pertama kembali ke kantor, termasuk jam tidur, jam makan dan kembali mengatur ulang jam kerja.
Buat target kecil untuk membantu mengembalikan rasa kontrol dan menyisihkan waktu untuk melakukan hal yang menyenangkan di luar jam kerja dapat mengurangi rasa kewalahan pada awal masuk kerja.
Ia juga mengatakan kelelahan saat mudik dan bertemu orang banyak saat Lebaran dapat memengaruhi kelelahan fisik dan sosial serta emosional yang dapat menurunkan energi, sulit berkonsentrasi dan memperburuk perasaan berat untuk kembali bekerja yang juga termasuk dalam post holiday blues.
Baca juga: Kenali "post holiday blues" yang bisa dialami pekerja maupun pelajar
Virginia juga menekankan pentingnya untuk memahami bahwa karyawan sedang dalam fase transisi. Maka itu perusahaan juga perlu memahami proses psikologis yang dialami karyawan sehingga dapat membantu proses pemulihan dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.
Beberapa pendekatan yang bisa diterapkan adalah dengan menghindari penumpukan deadline di hari pertama atau memberikan waktu untuk adaptasi dalam 1–2 hari pertama untuk mengingat kembali pekerjaan yang sudah atau sedang dijalankan.
“Memberikan skala prioritas yang jelas dari atasan, membantu karyawan fokus pada tugas yang paling penting terlebih dahulu, memberikan fleksibilitas di awal minggu kerja contohnya tidak langsung menjadwalkan meeting berat atau target besar, serta menerapkan komunikasi yang suportif,” kata Virginia.
Baca juga: Psikolog bagikan cara adaptasi nyaman dari liburan ke rutinitas
Baca juga: Kenali tanda bahaya "post holiday blues" setelah libur panjang
Baca juga: Psikolog klinis sebut penyebab seseorang terkena "post holiday blues"
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































