Total 18 mata kucing di "underpass" Cawang Jaktim hilang dicuri

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mengungkapkan sebanyak 18 paku marka jalan yang bisa memantulkan cahaya (mata kucing) di pembatas jalur di sekitar bawah jalan (underpass) kawasan Cawang, Jakarta Timur, hilang dicuri.

"Kami langsung melakukan pengecekan dan menghitung jumlah yang hilang. Di satu lokasi saja ditemukan ada 18 mata kucing yang hilang," kata Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto.

Dia saat pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), Jakarta Timur, Rabu, menyebutkan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah melihat video aksi pencurian yang beredar di Instagram.

Menurut Emiral, hasil pendataan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, Emiral menjelaskan, berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi pencurian dilakukan secara paksa dengan menggunakan alat seperti pahat. Hal itu menunjukkan adanya unsur kesengajaan dari pelaku.

Baca juga: Pengendara motor diresahkan aksi pencurian mata kucing di Jaktim

Kalau melihat dari videonya, sepertinya dicopot secara paksa dan pakai pahat. "Jadi memang ada niat untuk mencuri. Padahal ini fasilitas umum yang harus dijaga bersama," katanya.

Emiral menegaskan, tindakan pencurian fasilitas umum tidak bisa ditoleransi karena dapat membahayakan pengguna jalan.

"Mata kucing ini bagian dari marka jalan. Kalau tidak ada kelap-kelipnya, bisa fatal. Pengendara bisa salah arah atau bahkan menabrak pembatas jalan," katanya.

Keberadaan mata kucing sangat penting, terutama pada malam hari, karena berfungsi sebagai penanda visual bagi pengendara.

"Khususnya malam hari, karena lampunya menyala. Kalau hilang, risiko kecelakaan semakin besar," katanya.

Baca juga: Polisi periksa tiga saksi kasus percobaan curanmor bersenpi di Jaktim

Saat ditanya soal kemungkinan pelaporan ke pihak Kepolisian, Emiral mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan.

"Untuk laporan ke polisi, kami masih menunggu arahan pimpinan. Yang terpenting saat ini kami sudah melakukan pengecekan di lapangan," kata Emiral.

Selain di Cawang, Sudinhub Jakarta Timur juga masih melakukan pendataan di lokasi lain untuk memastikan apakah ada titik lain yang mengalami kehilangan serupa.

"Belum tahu di tempat lain ada atau tidak, masih dalam pengecekan," ujar Emiral.

Beberapa pengendara sepeda motor resah dengan maraknya aksi pencurian paku marka jalan yang bisa memantulkan cahaya (mata kucing) di pembatas jalur di sekitar bawah jalan (underpass) kawasan Cawang, Jakarta Timur (Jaktim).

"Resah pasti, cuma gimana namanya pencuri, cuma kan disayangkan ya. Itu reflektor jalan ada cahaya lampunya kalau malam, dibuat biar tahu ada pembatas," kata salah satu pengendara sepeda motor, Sibarani (63) saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) di Cawang, Jakarta Timur, Rabu.

Baca juga: Pencurian motor pakai senpi di Jagakarsa diselidiki

Menurut Sibarani, aksi tersebut dapat membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari.

Apalagi, Sibarani menyebutkan, mata kucing memiliki fungsi penting sebagai penanda jalur agar pengendara dapat melihat batas jalan saat kondisi minim pencahayaan.

Viral di media sosial Instagram @jakarta.terkini seorang pria bertopeng terekam kamera tengah mencongkel mata kucing jalan secara paksa di sekitar underpass Cawang, Jakarta Timur.

Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat menggunakan palu untuk melepaskan mata kucing yang tertanam di badan jalan.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |