Jakarta (ANTARA) - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatat pertumbuhan sebesar 15,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp19,2 triliun pada 2025.
Kinerja positif juga tecermin dari laba bersih yang tumbuh 15,4 persen yoy menjadi Rp212 miliar pada periode yang sama.
"Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total aset," kata Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Yuli menambahkan bahwa pertumbuhan juga didukung dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas.
"Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat," ujar dia.
Secara keseluruhan pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1 persen yoy menjadi Rp13,2 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaan konsumer seperti KPR dan emas.
Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset yang tercermin dalam rasio NPF gross di level 1,57 persen.
Dari sisi pendanaan, DPK BCA Syariah tercatat tumbuh 17,1 persen yoy menjadi Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 25,7 persen yoy dan mencapai Rp6,3 triliun.
Seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital, BCA Syariah terus memperkuat saluran layanan elektroniknya sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Sepanjang 2025, BCA Syariah telah fokus untuk memperkaya fitur pada mobile banking BSya, beberapa diantaranya dengan penambahan fitur pembiayaan emas, e-deposito, QRIS dengan metode customer presented mode, setor tunai cardless, qurban, zakat fitrah, pembayaran internet dan TV, serta digital membership.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan internet banking BIQ untuk dunia usaha dengan kelengkapan fitur berupa dashboard keuangan, integrasi KSEI/RDN, BI Fast Transfer, dan transfer batch.
"Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem IT-nya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah," kata Yuli.
BCA Syariah juga konsisten menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif, seperti pelatihan intensif untuk UMKM perempuan melalui WEpreneur.
Pada 2025, program tersebut telah memberikan pelatihan intensif pada 30 UMKM terpilih serta menyelenggarakan micro mentoring yang menjangkau 3.148 peserta.
Ke depan, BCA Syariah akan terus memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan kualitas pembiayaan, serta mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Perseroan juga berkomitmen untuk mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif edukatif dan kolaboratif.
Baca juga: BCA Syariah distribusikan kebutuhan pokok untuk penyintas bencana Aceh
Baca juga: BCA kembali raih gelar juara umum Annual Report Award
Baca juga: BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu, Sukabumi untuk Mitigasi Banjir dan Longsor
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































