TNI targetkan pembangunan jembatan gantung di Tukka rampung Februari

1 week ago 11

Tukka (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI menargetkan pembangunan jembatan gantung yang putus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 dapat segera dirampungkan di awal Februari 2026.

“Kami ditargetkan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk merampungkan jembatan gantung atau rambing (bahasa daerah) yang berada di Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Satgas Gulbencal TNI Zona 3 Tukka Serda Sapran Simanjuntak di Tukka, Selasa.

Ia mengatakan jembatan ini vital karena menghubungkan permukiman masyarakat dengan lahan perkebunan dan pertanian yang ada di seberang sungai atau di Desa Bona Lumban yang saat ini terputus aksesnya.

“Kami diberikan target pekan kedua Februari ini sudah rampung,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya baru empat hari mengerjakan pembangunan ini menggunakan satu alat berat dengan puluhan personel TNI yang bergotong royong di lokasi.

Total ada 31 personel gabungan baik dari TNI maupun arsitek dan operator alat berat yang bekerja setiap hari untuk merampungkan pembangunan ini.

Baca juga: Prajurit TNI bersihkan lumpur yang rendam sekolah di Tukka

Dia mencatat progres pengerjaan jembatan ini baru berjalan 20 persen dan aksi yang dilakukan saat ini membangun bronjong yang bertujuan menguatkan struktur tebing di pinggir aliran sungai.

“Jika batu ini sudah terpasang baru kita lakukan pemasangan jembatan,” ujar Sapran.

Prajurit TNI bekerja sama dengan alat berat untuk membangun jembatan gantung yang terputus di Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution

Menurut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah pemesanan bahan-bahan jembatan yang didatangkan dari Jakarta atau Medan berupa sling, kerangka beton, kayu dan alat lainnya.

Kecamatan Tukka sendiri berada di Kabupaten Tapanuli Tengah yang diakses selama 12 jam melalui perjalanan darat dari Kota Medan yang merupakan ibu kota provinsi.

Sapran mengatakan jembatan ini terputus akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut dan membawa material longsor seperti kayu, lumpur, pasir dan lainnya.

Baca juga: TNI kerahkan mobil pemadam pulihkan lingkungan di Tapanuli Tengah

Baca juga: TNI gunakan heli salurkan logistik wilayah terisolasi di desa Tapteng

Ia menjelaskan jembatan gantung ini akan dibangun dengan kerangka beton dan juga kayu setebal lima sentimeter untuk landasan jembatan nantinya.

“Kami ingin mendukung akses masyarakat kembali terhubung dengan lahan pertanian dan perkebunan mereka,” katanya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |