Pontianak (ANTARA) - Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, kepolisian, dan masyarakat terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang sempat hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, hingga Kamis sore.
"Upaya evakuasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan seluruh potensi SAR yang ada, meski dihadapkan pada kondisi medan yang sulit dijangkau serta cuaca yang dapat berubah, terutama menjelang malam hari," kata salah satu warga yang tergabung dalam tim pencari, Setfanus, melalui pesan WhatsApp, Kamis sore.
Dia mengatakan, masyarakat setempat turut berperan aktif dalam membantu pencarian dan bergerak menuju kawasan Bukit Puntak setelah menerima informasi dari warga terkait adanya suara ledakan.
Baca juga: Basarnas: Helikopter yang jatuh ditemukan di hutan Sekadau Kalbar
“Tim berangkat ke lokasi setelah ada laporan warga yang mendengar suara ledakan di sekitar Bukit Puntak,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi dalam proses evakuasi, tiga unit ambulans disiagakan di RT Hulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang guna mendukung penanganan korban apabila berhasil ditemukan.
Helikopter jenis Airbus H130 tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah terakhir terpantau pada pukul 08.39 WIB saat melakukan penerbangan dari Melawi menuju Kubu Raya. Laporan kehilangan kontak diterima pada pukul 10.40 WIB.
Tim pencari yang tergabung dari Basarnas, polisi, TNI dan masyarakat bersedia menunggu di sekitar lokasi ditemukannya helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau (ANTARA/HO : Tim Pencari korban helikopter)Baca juga: SAR Pontianak kerahkan 20 personel cari helikopter hilang di Sekadau
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak segera mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Sintang menuju titik perkiraan lokasi di sekitar Desa Tapang Tingang. Tim juga diperkuat dengan dukungan peralatan komunikasi khusus serta perangkat satelit untuk mengatasi kendala jaringan di wilayah terpencil.
Pencarian dilakukan melalui penyisiran jalur darat dan pemantauan udara guna mempercepat proses evakuasi terhadap helikopter yang diketahui membawa delapan orang, terdiri atas dua kru dan enam penumpang.
Di tengah proses pencarian, beredar sejumlah informasi di media sosial terkait dugaan lokasi jatuhnya helikopter maupun kabar pendaratan darurat. Namun, pihak SAR memastikan informasi tersebut belum dapat diverifikasi.
“Hingga saat ini belum ada laporan visual maupun komunikasi resmi dari kru yang dapat memastikan kondisi helikopter,” kata petugas SAR di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi penumpang masih belum dapat dipastikan, dan proses evakuasi masih terus berlangsung.
Baca juga: Basarnas kirim tim cari heli hilang dalam penerbangan di Kalbar
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































