Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menyebut doa ibu sebagai kunci utama kesuksesan dalam perjalanan hidup dan karier jurnalistiknya.
"Saya menggarisbawahi, kunci kesuksesan saya yang pertama adalah doa ibu," ujar Munir saat peluncuran dan bedah buku biografi berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak: Dari Rock n’ Roll ke Jenderal Wartawan pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) Jawa Timur di Surabaya, Kamis.
Munir menuturkan, titik balik hidupnya terjadi saat masih kuliah ketika kesulitan biaya memaksanya berubah dari kehidupan sebagai musisi menjadi penulis yang tekun.
“Sejak itu saya rajin menulis untuk membayar kuliah, dan di situlah hidup saya berubah,” ujarnya.
Sementara itu, perjalanan kariernya dimulai dari posisi paling bawah sebagai pembantu koresponden di Sumenep dengan penghasilan tidak tetap sebelum berkembang menjadi koresponden, karyawan tetap, hingga menduduki berbagai jabatan penting.
Kariernya di dunia pers antara lain pernah menjabat sebagai Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Jawa Timur, direktur pemberitaan, Direktur Utama LKBN ANTARA, hingga ketua dewan pengawas lembaga tersebut.
Di organisasi PWI, ia meniti karier mulai dari sekretaris, anggota dewan kehormatan, hingga dipercaya sebagai ketua umum.
Baca juga: Di antara dentum dan doa: Jalan sunyi seorang jurnalis
"Tidak ada satu pun jabatan yang saya dapat dengan melompat. Semua saya jalani dari bawah," ujarnya.
Selain di bidang pers, Munir juga aktif di berbagai organisasi olahraga seperti Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur, Persebaya, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dengan prinsip yang sama.
Menurut dia, keberhasilan tidak lepas dari ketekunan, proses panjang, serta tidak adanya ambisi berlebihan terhadap jabatan, karena posisi yang diraihnya datang dari kepercayaan.
“Saya tidak pernah mengajukan diri. Semua datang dari kepercayaan,” katanya.
Sementara itu, penulis buku Abdul Hakim menyampaikan bahwa karya tersebut menegaskan kesuksesan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang kerap sunyi dan tidak terlihat.
Menurut dia, buku tersebut terbagi dalam beberapa bagian yang menggambarkan fondasi hidup dari doa ibu, fase pencarian jati diri, perjalanan karier dari bawah, hingga makna puncak kehidupan yang sesungguhnya.
“Kesuksesan adalah hasil dari doa, proses, kerja keras, dan integritas yang dijalani dalam langkah-langkah sunyi,” ujarnya.
Baca juga: PWI komitmen perkuat kapasitas pers dalam darurat bencana
Ia menambahkan nilai utama yang ingin disampaikan dalam buku itu adalah pentingnya ketekunan, kejujuran, dan doa dalam meraih kesuksesan.
"Yang paling menonjol adalah peran doa ibu yang sangat kuat dalam perjalanan hidup beliau," ujarnya.
Akademisi Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menilai perjalanan Munir menjadi refleksi penting bagi insan pers di tengah perkembangan era digital.
"Wartawan harus tetap berpegang pada kode etik dan prinsip jurnalistik, karena itulah yang menjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi,” kata Suko.
Ia juga menekankan bahwa profesi wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Selain itu, tokoh pers Imawan Mashuri menyebut perjalanan hidup Munir sebagai “jalan sunyi” yang penuh proses dan pergulatan batin.
Menurutnya, kedekatan dengan keluarga, khususnya ibu, menjadi salah satu kunci yang membentuk karakter kuat dalam perjalanan hidup seseorang.
Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Timur Abdul Malik Ibrahim mengaku bangga atas peluncuran buku tersebut dan mengapresiasi karya yang dinilai sarat inspirasi.
"Buku ini diharapkan dapat menginspirasi wartawan muda untuk terus berproses dan berpegang pada nilai-nilai jurnalistik," kata Abdul Malik.
Baca juga: Ketua PWI ajak jurnalis jaga jati diri pers nasional
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































