Surge perluas layanan fixed broadband berbasis Wi-Fi 7

5 hours ago 1
Indonesia berhak mendapatkan layanan internet yang bukan hanya cepat, tetapi benar-benar berkelas dunia

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan infrastruktur dan konektivitas digital PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave), memperluas layanan internet tetap berbasis serat optik dengan meluncurkan Starlite Super dan Starlite Prime yang didukung teknologi Wi-Fi 7.

Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk Shannedy Ong mengatakan pengembangan kedua layanan tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap konektivitas internet berkecepatan tinggi.

“Indonesia berhak mendapatkan layanan internet yang bukan hanya cepat, tetapi benar-benar berkelas dunia,” kata Shannedy dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Starlite Super menawarkan kecepatan hingga 2.000 megabit per detik (Mbps) atau 2 gigabit per detik (Gbps) dengan menggunakan teknologi XGS-PON dan Wi-Fi 7.

Layanan tersebut ditawarkan dengan tarif Rp250 ribu per bulan dan tersedia tanpa pembatasan kuota maupun kebijakan batas pemakaian wajar atau fair usage policy (FUP).

Sementara itu, Starlite Prime menyediakan kecepatan hingga 500 Mbps dengan dukungan teknologi GPON serta Wi-Fi 5 atau Wi-Fi 6. Paket tersebut ditawarkan dengan tarif Rp168 ribu per bulan.

Kedua layanan itu melengkapi portofolio internet tetap Surge yang sebelumnya mencakup Internet Rakyat berbasis fixed wireless access (FWA) 5G pada spektrum 1,4 gigahertz dengan tarif Rp100 ribu per bulan.

Menurut Shannedy, penyediaan pilihan layanan dengan rentang kecepatan dan tarif berbeda merupakan bagian dari strategi perseroan menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam.

“Melalui Starlite Super dan Starlite Prime, kami mendefinisikan ulang standar konektivitas fixed broadband yang membuka lebih banyak peluang untuk belajar, bekerja, berinovasi, dan bertumbuh,” ujarnya.

Kedua layanan mulai tersedia pada 15 Juli 2026 di wilayah yang telah terjangkau jaringan fiber to the home (FTTH) Starlite.

Pendaftaran dan pengelolaan layanan dilakukan melalui aplikasi Starlite, sedangkan perluasan cakupan jaringan akan dilakukan secara bertahap.

Selain meluncurkan kedua layanan tersebut, SURGE menerima penghargaan WBBA Gigacity Champion pada Broadband Development Summit APAC 2026 di Bangkok, Thailand, pada 14 Juli 2026.

Penghargaan itu diberikan atas model pengembangan layanan internet tetap yang dinilai mendukung perluasan akses konektivitas digital dengan tarif terjangkau.

“Teknologi tercanggih tidak hanya menjadi kemewahan segelintir orang. Kami berkomitmen menghadirkan konektivitas yang inklusif dan terjangkau untuk mendorong percepatan transformasi digital,” ungkap Shannedy.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mendorong percepatan layanan internet tetap (fixed broadband).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50 persen, jaringan serat optik menjangkau 90 persen kecamatan, serta kecepatan layanan internet mencapai 100 Mbps pada 2029. Penetrasi fixed broadband pada 2025 baru mencakup sekitar 21 persen rumah tangga.

Baca juga: Surge dan FiberHome sinergi perkuat infrastruktur digital nasional

Baca juga: Internet Rakyat rilis di regional-1 dorong pemerataan digital nasional

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |