Sinar Mas Land dorong pengelolaan sampah yang bertanggungjawab 

1 month ago 21
Fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen kami membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) - Sinar Mas Land bersama Waste4Change mendorong pengelolaan sampah yang bertanggungjawab dan berkelanjutan melalui Rumah Pemulihan Material (Material Recovery Facility/MRF) Jatiwaringin.

Fasilitas tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan meningkatnya volume sampah di Kabupaten Tangerang dan kebutuhan akan pengelolaan sampah yang sesuai standar nasional.

Advisor President Office Sinar Mas Land sekaligus Project Coordinator TPST BSD City Ignesjz Kemalawarta mengatakan, melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan Waste4Change, pihaknya menghadirkan Rumah Pemulihan Material Jatiwaringin sebagai fasilitas untuk mengelola sampah rumah tangga dari penghuni klaster di BSD City dan sekitarnya.

"Fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen kami membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, dalam kerangka ekonomi sirkular yang terintegrasi, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan," ujar Ignesjz dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: DKI kemarin, daur ulang sampah hingga stok pangan jelang Nataru

Fasilitas Rumah Pemulihan Material Jatiwaringin dikelola oleh PT Sinar Perubahan Persampahan (PT SPP) sebagai joint venture antara Sinar Mas Land dan Waste4Change.

Data 2024 menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang menghasilkan lebih dari 2.100 ton sampah per hari, atau setara dengan hampir 800 ribu ton per tahun. Angka tersebut menempatkan Tangerang sebagai salah satu wilayah dengan timbulan sampah terbesar di sekitar Provinsi Banten.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menutup sejumlah lapak limbah ilegal yang beroperasi tanpa izin dan tidak memenuhi ketentuan pengelolaan sampah yang berlaku. Kondisi itu menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas pengelolaan sampah yang resmi, berizin, dan memenuhi standar lingkungan nasional.

Sementara itu, Waste4Change sendiri merupakan bagian dari ekosistem Digital Hub, yang merupakan business enabler dan pusat inovasi Sinar Mas Land yang mengintegrasikan ekosistem startup, perusahaan multinasional, serta pelaku di bidang teknologi, kesehatan, dan pendidikan di berbagai proyek Sinar Mas Land di Indonesia.

Baca juga: Armada baru diharapkan dapat mendukung pengoperasian RDF Plant Rorotan

Chief Executive Officer atau CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano mengatakan, pihaknya saat ini memiliki misi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah menuju nol sampah untuk mengatasi masalah persampahan di Indonesia yang sangat banyak.

"Untuk mewujudkan misi ini, kami perlu berkolaborasi dengan banyak pihak di lintas sektor untuk percepatan pengurangan sampah di Indonesia. Fasilitas Rumah Pemulihan Material Jatiwaringin, tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemulihan material mencegah sampah berakhir ke TPA saja, tetapi juga menjadi percontohan penerapan praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab untuk skala kawasan yang patuh pada aturan dan kewajiban menerapkan pengolahan sampah bertanggung jawab untuk skala kawasan," ujar Bijaksana.

Baca juga: Pengelolaan sampah di Jakut harus lebih baik dibandingkan RDF Rorotan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |