Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengetatan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar program prioritas nasional tersebut tidak hanya memiliki jangkauan luas, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Baca juga: BGN: 93 persen dari Rp268 T anggaran MBG guna tingkatkan kualitas gizi
Kepala BGN, Dadan Hindayana dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menyampaikan hingga saat ini masih terdapat ratusan SPPG yang berstatus penghentian sementara (suspend), karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Dari 1.030 SPPG, sebanyak 760 SPPG masih dalam proses perbaikan dan evaluasi.
"Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG yang belum memenuhi standar harus dihentikan sementara operasionalnya hingga dilakukan perbaikan menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Dadan.
Ia menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang menjadi dasar penghentian sementara SPPG, di antaranya belum terpenuhinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi, serta berbagai aspek teknis lainnya yang masih perlu dibenahi.
Selain itu, BGN juga menyoroti penyajian menu pada bulan Ramadhan yang dinilai terlalu minimalis, sehingga memunculkan persepsi negatif di masyarakat. Evaluasi terhadap hal ini menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan menyeluruh terhadap kualitas layanan.
BGN menegaskan bahwa penyelenggaraan Program MBG harus mengedepankan prinsip penyajian makanan segar (fresh food) dengan porsi yang sesuai standar gizi dan kebutuhan penerima manfaat.
Baca juga: Perbaiki kualitas MBG, SPPG Kemayoran evaluasi karyawan secara berkala
Baca juga: Perbaiki kualitas MBG, SPPG Kemayoran beri label waktu konsumsi
Oleh karena itu, proses evaluasi dan pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh SPPG yang saat ini di-suspend dapat segera kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik, aman, dan sesuai ketentuan.
Melalui pengetatan standar ini, BGN berharap pelaksanaan Program MBG dapat semakin optimal dalam mendukung peningkatan status gizi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap program prioritas nasional tersebut.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































