Pemkot Mojokerto pastikan kualitas MBG terjaga pascalibur Lebaran

1 hour ago 3

Mojokerto (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga pascalibur Lebaran.

Sidak dilakukan di SPPG Magersari Wates dan SPPG Permata Kuwung dan waktu yang sama. Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi juga melakukan pemantauan di SPPG Kauman dan SPPG Blooto sebagai bagian dari penguatan pengawasan terpadu.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa penyiapan MBG bagi anak-anak berjalan dengan baik, terutama di minggu pertama pelaksanaan kembali setelah libur panjang,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto di Kota Mojokerto, Selasa.

Dalam sidak tersebut, Ning Ita tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga berdialog dengan pengelola SPPG, tenaga pelaksana, serta pihak terkait lainnya untuk memperkuat sinergi pengawasan.

Baca juga: BGN: MBG segar dibagi 5 hari untuk anak sekolah, 3T diberi MBG kering

“Kami berdiskusi langsung dengan pengelola agar kualitas tetap terjaga. Program ini memiliki tujuan besar untuk menyiapkan generasi emas, sehingga aspek kesehatan harus menjadi prioritas utama,” kata Ning Ita.

Ia menegaskan pentingnya menjaga standar gizi dan porsi makanan sesuai ketentuan serta mengingatkan agar seluruh SPPG tetap konsisten menjalankan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Standar porsi dan kualitas harus dipenuhi dengan baik, agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” ucapnya.

Dari hasil pemantauan hari ini, Ning Ita turut memberikan sejumlah catatan perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan di antaranya terkait penyesuaian kapasitas dapur di salah satu SPPG, agar lebih optimal dalam melayani penerima manfaat dalam jumlah besar.

Baca juga: Perbaiki kualitas MBG, SPPG Kemayoran evaluasi karyawan secara berkala

“Ini bagian dari evaluasi konstruktif. Kami dorong agar pengelola segera relokasi, melakukan penyesuaian sesuai standar, sehingga proses produksi bisa lebih optimal dan higienis,” tuturnya.

Ia menambahkan, langkah pembinaan dan pengawasan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga mutu program MBG secara berkelanjutan.

Berdasarkan data DinkesPPKB Kota Mojokerto, saat ini terdapat 13 SPPG yang mendukung program MBG. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya masih disuspensi operasionalnya, salah satunya karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dengan pengawasan langsung di lapangan, Pemkot Mojokerto optimistis program MBG dapat berjalan semakin baik dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak di Kota Mojokerto.

Baca juga: BGN: 93 persen dari Rp268 T anggaran MBG guna tingkatkan kualitas gizi

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |