Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Sean Gelael bersama Tim AF Corse 50 menjalani balapan yang tidak mudah pada seri pembuka GT World Challenge Europe Endurance Cup (GTWCE) di Sirkuit Paul Ricard, Prancis, Sabtu (11/4) waktu setempat, setelah sejumlah insiden dan penalti yang memengaruhi hasil akhir.
Sean Gelael yang tampil bersama Lilou Wadoux dan Arthur Leclerc memulai lomba dari posisi ke-10 kelas Pro.
Sean menjadi pembalap pertama yang mampu melewati dua insiden beruntun di Tikungan 1 dan 2 hingga menyebabkan safety car keluar selama sekitar 15 menit. Setelah balapan kembali normal, ia berada di kisaran posisi ke-10 hingga ke-11.
Namun, saat mulai menemukan ritme, Sean terlibat insiden setelah mobilnya ditabrak Mari Boya dari tim Comtoyou Racing, yang membuatnya melintir dan kehilangan posisi. Boya kemudian mendapat penalti drive through.
Baca juga: Sean Gelael hadapi "perang bintang" di kelas Pro GTWCE 2026
Baca juga: Naik ke kelas Pro, Sean Gelael hadapi tantangan GTWCE di Eropa 2026
Setelah satu stint, Wadoux mengambil alih kemudi untuk dua stint sekaligus. Dalam periode tersebut, ia sempat melintir dan juga melakukan pelanggaran blue flag sehingga tim mendapat penalti 30 detik saat pit stop berikutnya.
Kondisi tersebut membuat posisi AF Corse 50 semakin turun dan menyulitkan upaya untuk menembus 10 besar. Pada stint terakhir, Leclerc belum mampu mengangkat posisi secara signifikan hingga tim finis di urutan ke-12 kelas Pro.
Sementara itu, persaingan di barisan depan berlangsung ketat hingga akhir lomba. Pembalap Nicki Thiim dari Comtoyou Racing memanfaatkan momentum safety car menjelang akhir balapan untuk menyalip Lucas Auer dan merebut posisi pertama dengan selisih 0,806 detik.
Putaran kedua GT World Challenge Europe Endurance Cup akan berlangsung di Sirkuit Monza pada akhir Mei.
Baca juga: Sean Gelael dipastikan tampil dalam GT World Challenge Asia 2026
Baca juga: Sean Gelael bidik kemenangan di balapan Le Mans pada musim 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































