Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan untuk menindak tegas aksi premanisme di Ibu Kota terutama setelah kejadian yang menimpa seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang belum lama ini.
"Tidak ada kompromi lagi. (Untuk) premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak tegas)," kata Pramono saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu.
Terkait aksi premanisme di Tanah Abang belum lama ini, Pramono mengatakan telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas.
"Saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap itu," ujar dia.
Sebelumnya, Pramono juga menekankan bahwa upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga benar-benar menjadi kota yang aman bagi seluruh warganya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga, guna memastikan keamanan yang merata hingga ke level pedagang kecil dan sektor informal.
Adapun pada Jumat (10/4), beredar video di media sosial memperlihatkan seorang pengemudi bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dimintai "uang setoran" oleh seorang oknum pria.
Selain itu, juga ada pedagang bakso di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat juga mengalami aksi serupa. Dia dimintai uang iuran sebesar Rp100 ribu.
Namun karena pedagang menolak permintaan tersebut, pria yang meminta setoran merusak mangkok milik pedagang.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya, juga telah menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap para pelaku premanisme, termasuk pemalakan terhadap pedagang.
Dalam pemberantasan terhadap para pelaku premanisme, tim kepolisian akan melakukan penindakan.
Baca juga: Pramono soroti masih adanya premanisme di balik predikat Jakarta aman
Baca juga: Polisi sebut tak ada toleransi terhadap premanisme dan kekerasan
Baca juga: 250 kasus premanisme diungkap Polda Metro Jaya pada 2025
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































