Moskow (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Uni Eropa (UE) berisiko melakukan pelanggaran berat hukum internasional jika menggunakan kapal-kapal angkatan laut di Laut Mediterania untuk menahan kapal tanker minyak.
"Pengerahan kapal dalam operasi angkatan laut IRINI milik Uni Eropa di Laut Mediterania untuk memeriksa atau menyita kapal yang mengangkut produk minyak bumi akan menjadi pelanggaran berat terhadap hukum internasional," kata Zakharova, Rabu (10/6).
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya upaya negara-negara Barat untuk memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut sumber daya energi dari Rusia.
Pada Maret lalu, pemerintah Inggris menyatakan pasukannya bisa menaiki kapal yang dikenai sanksi saat melintasi perairan Inggris.
Mereka juga berencana memblokir kapal-kapal tersebut, termasuk yang melintasi Selat Inggris, dengan sasaran "armada bayangan" yang diduga mengangkut sumber daya energi Rusia.
Sementara itu, UE pada 23 April mengadopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia yang memperluas pembatasan pada sektor energi, termasuk produksi, pengolahan, dan transportasi minyak.
Menurut laporan media Rusia, paket sanksi ke-21 yang sedang dipersiapkan kemungkinan akan mencakup pembatasan baru terhadap bank, pedagang minyak, kilang, serta operator aset kripto di negara ketiga.
Paket tersebut juga dilaporkan dapat mencakup sanksi terhadap sekitar 20 kapal tanker yang dituduh memiliki keterkaitan dengan Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Impor LNG Uni Eropa dari Rusia naik 21 persen pada Mei
Baca juga: Belanda masih impor LNG dari Rusia meski ada sanksi Uni Eropa
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































