Mentan Amran sebut harga TBS sawit di petani berangsur stabil

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani mulai berangsur stabil setelah pemerintah bergerak cepat mengumpulkan berbagai pihak dalam menyikapi harga yang sempat turun.

"Jumlahnya 1.900 (perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit). Jadi alhamdulillah sudah membaik, hari ini sudah 70-80 persen (yang membeli TBS sesuai harga di masing-masing daerah)," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu.

Amran mengatakan perbaikan harga mulai terlihat setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab penurunan harga tandan buah segar sawit yang sempat terjadi di berbagai sentra produksi nasional.

Menurut dia, sekitar 70 hingga 80 persen perusahaan sawit telah kembali menyesuaikan harga pembelian tandan buah segar sesuai perkembangan pasar setelah pemerintah melakukan koordinasi intensif.

Ia menjelaskan mayoritas perusahaan telah mematuhi mekanisme harga yang berlaku, sementara sebagian kecil perusahaan masih memerlukan tindak lanjut agar kepatuhan terhadap ketentuan dapat ditingkatkan.

Amran mengungkapkan persoalan harga sawit mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat dirinya masih menjalankan ibadah haji di Tanah Suci beberapa waktu lalu.

Setibanya di Indonesia, Kementerian Pertanian langsung melakukan analisis mendalam dan menggelar pertemuan dengan ratusan perwakilan perusahaan, asosiasi, petani, serta unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melalui Satgas Pangan Polri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (keempat kiri) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto

Pemerintah menyoroti kondisi yang dinilai tidak lazim karena harga minyak sawit mentah dunia justru mengalami kenaikan ketika harga tandan buah segar menurun.

Selain harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia yang meningkat, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga seharusnya memberikan dukungan terhadap harga sawit di tingkat petani domestik.

Amran menilai penurunan harga tandan buah segar tidak memiliki alasan yang kuat apabila dibandingkan dengan perkembangan harga komoditas global.

Karena itu, pemerintah melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap berbagai faktor yang diduga mempengaruhi pembentukan harga tandan buah segar di sejumlah wilayah sentra perkebunan sawit.

Amran menegaskan dampak dari penurunan harga sawit dirasakan oleh sekitar 15 juta petani sehingga persoalan tersebut harus segera ditangani demi melindungi pendapatan masyarakat.

Pemerintah juga telah mengirimkan surat kepada perusahaan yang belum melakukan penyesuaian harga sebagai bentuk peringatan sekaligus dorongan agar segera mengikuti ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga bersurat kepada kepolisian untuk menindaklanjuti hal itu karena terjadi anomali. Yang mana, Amran menyebut sekitar 274 perusahaan diduga belum menaikkan harga pembelian TBS sesuai ketentuan yang ditentukan.

"Ini nggak bener sehingga kami menyurat ke Kapolri, tembusan Kapolda, Dirkrimsus seluruh Indonesia supaya diperiksa. Karena ini tidak masuk akal. (Harga CPO) dunia naik, dolar menguat, terus ini (TBS) turun, ini sangat tidak masuk akal. Ini ada yang (diduga) mempermainkan TBS kita," ucap Amran.

Melalui berbagai langkah tersebut, Amran optimistis harga tandan buah segar sawit akan terus membaik dan stabil sehingga kesejahteraan petani dapat terjaga serta aktivitas industri berjalan normal.

Adapun harga TBS mengacu pada ketetapan masing-masing pemerintah daerah melalui peraturan gubernur, sehingga besaran harga yang diterima petani dapat berbeda antarwilayah sesuai hasil penetapan resmi daerah.

Baca juga: Legislator dukung Mentan Amran jaga stabilitas TBS sawit petani

Baca juga: Mentan: 300 perusahaan diperiksa akibat tak naikan TBS sawit

Baca juga: Asosiasi Petani Sawit dukung DSI dan minta harga TBS segera dipulihkan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |