Dudung Abdurachman bantah rumor kepemilikan dapur MBG

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah rumor yang menyebutkan dirinya memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dia bahkan menantang yang menyebarkan rumor untuk membuktikan klaimnya dan menawarkan hadiah jika ada siapa pun yang menemukan dirinya memiliki dapur MBG.

"Saya informasikan dan tegaskan, tidak ada sama sekali saya memiliki dapur program tersebut. Kalau memang ada yang mendapati Pak Dudung punya dapur, silakan cek langsung, saya kasih hadiah nanti," kata Dudung saat jumpa pers di Kantor KSP, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu.

Dudung kemudian menjelaskan dirinya hanya pernah menerima aspirasi dari sejumlah pengurus pesantren, yaitu Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, sekitar 6-7 bulan yang lalu bahwa para pengasuh pesantren itu berharap para santri juga dapat menerima program makan bergizi gratis (MBG).

Dia menceritakan bahwa alasannya yaitu populasi santri di lingkungan pesantren tersebut mencapai kurang lebih 4.000 orang sampai dengan 5.000 orang.

Oleh karena itu, para pengasuh pesantren meyakini dapur MBG layak dibangun di lingkungan pesantren.

Selepas menerima aspirasi tersebut, Dudung pun mengenalkan para pengasuh pesantren tersebut kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana.

Dudung kemudian menegaskan setelah pertemuan untuk komunikasi awal para pengasuh pesantren dengan Dadan itu, dirinya tidak lagi ikut campur dalam kelanjutan prosesnya.

Walaupun demikian, Dudung menyampaikan dirinya, beberapa pekan lalu, sempat bertanya kepada Dadan mengenai kelanjutan proses tersebut.

Namun, saat itu jawabannya pengurusan administrasinya belum selesai sehingga sampai hari ini belum ada pembangunan fisik dapur MBG di lingkungan pesantren tersebut.

"Cuma karena saya yang meminta tolong kepada Pak Dadan untuk memfasilitasi pesantren itulah akhirnya muncul isu seakan-akan Pak Dudung yang punya dapur. Sekali lagi, saya tegaskan, secara riil dapurnya pun belum terbangun, dan saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya," ujar Dudung.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mencopot jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan terkait program MBG.

Presiden kemudian menunjuk Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat wakil kepala BGN, sebagai Kepala BGN.

Presiden Prabowo juga mencopot dua wakil kepala BGN, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatannya, kemudian menetapkan Agustina Arumsari beserta Mayjen TNI Trenggono wakil kepala BGN yang baru.

Baca juga: Sidak pasar Cipinang, KSP: Pasokan beras melimpah, harga pangan stabil

Baca juga: KPK tanggapi isu nama-nama terlibat kasus dugaan korupsi BGN

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |