Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Rusia dan Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan sejumlah proyek yang saling menguntungkan setelah perang di Ukraina "berakhir."
"Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa itu (perang di Ukraina) bukan perangnya, melainkan perang Joe Biden. Dia berusaha mengakhirinya secepat mungkin. Itu fakta yang sudah diketahui umum," kata Lavrov dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya.
"Tetapi perang ini telah menjadi salah satu masalah global utama. Oleh karena itu, pertama-tama hal itu perlu disingkirkan, dan kemudian kita dapat mengerjakan proyek-proyek yang saling menguntungkan," imbuhnya.
Rusia tidak menginginkan perang, dan berharap bahwa kekuatan-kekuatan yang peduli terhadap warga negara, penduduk, dan kesejahteraan mereka akan menang di Eropa, demikian kata Lavrov.
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Lavrov mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dan AS bersifat pragmatis, karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.
"Hubungan keduanya pragmatis... Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS," katanya.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Zelenskyy ingin perundingan dilanjutkan sebelum akhir Februari
Baca juga: 20 tentara bayaran Kanada tewas di Ukraina sejak operasi militer Rusia
Baca juga: Rusia akan bahas isu wilayah dengan Ukraina di perundingan Jenewa
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































