RUPSLB Phapros setujui perubahan susunan komisaris dan direksi

6 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Phapros Tbk (PEHA) menyetujui pengangkatan kembali dan perubahan susunan dewan komisaris maupun direksi.

Corporate Secretary Phapros Zahmilia Akbar dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis, mengatakan RUPSLB menyetujui untuk memberhentikan dengan hormat Komisaris Utama periode 2021-2026 Maxi Rein Rondonuwu, Komisaris Independen periode 2021-2026 Chrisma Aryani Albandjar, dan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM periode 2023-2026 Yudhi Rangkuti.

Selanjutnya, RUPSLB anak usaha BUMN PT Kimia Farma (Persero) Tbk di Jakarta, Senin (27/4/2026) itu menyetujui pengangkatan Komisaris Utama Alfi N Rustam, Komisaris Independen Nurjayanto Kusumawardhono, Direktur Utama Intan Abdams Katoppo, dan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM Ferdinand Troedu.

Sebagai nakhoda baru PEHA, Intan memiliki banyak pengalaman dalam memimpin korporasi baik perusahaan swasta maupun BUMN.

Berikut susunan manajemen Phapros sesuai keputusan RUPSLB 2026.

Dewan Komisaris:

-Komisaris Utama: Alfi Novtriansyah Rustam

-Komisaris Independen: Nurjayanto Kusumawardhono​​​​​​​

-Komisaris Independen: Bimo Wijayanto

-Komisaris: Masrizal Achmad Syarief​​​​​​​

Dewan Direksi:

Direktur Utama: Intan Abdams Katoppo

-Direktur Produksi: Ida Rahmi Kurniasih​​​​​​​

-Direktur Pemasaran: Maraja Jeson Siregar

-Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM: Ferdinand Troedu

Zahmilia mengucapkan terima kasih kepada jajaran komisaris dan direksi lama, sehingga perusahaan melalui masa penuh tantangan dalam lima tahun terakhir dan membuktikan bahwa Phapros mulai bertumbuh kinerja keuangannya di 2025.

Menurut dia, perubahan dewan komisaris dan direksi merupakan bentuk penyegaran dan berharap perseroan dapat meneruskan transformasi bisnis yang telah dirintis untuk mewujudkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

"Phapros terus berkomitmen untuk memberikan produk dan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Indonesia dan saat yang sama memiliki target untuk tumbuh positif sebagai sebuah korporasi yang profesional dan sehat, karena menjaga kepercayaan seluruh stakeholder adalah target utama kami," sebut Zahmilia.

Baca juga: Phapros berbalik dari rugi jadi cetak laba Rp27,44 miliar di 2025

Baca juga: Phapros (PEHA) membidik penjualan obat tumbuh 18-27 persen pada 2025

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |