Jakarta (ANTARA) - Filipina menilai sebuah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang lebih terkoordinasi dan terintegrasi kini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan sebuah keharusan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Dalam konferensi pers di International Media Center di Cebu untuk KTT ASEAN ke-48, Rabu, Wakil Menteri Departemen Perdagangan dan Industri (DTI), Allan Gepty mengatakan bahwa ketidakpastian yang berasal dari krisis di Timur Tengah kembali menguji ketahanan ekonomi di seluruh dunia, termasuk bagi 11 negara anggota ASEAN.
“Krisis saat ini menegaskan perlunya memperdalam kerja sama. Respons nasional saja tidak cukup,” kata Gepty seperti dikutip dari laman resmi ASEAN 2026.
“Kita harus memperkuat koordinasi regional, terutama dalam ketahanan energi, ketahanan pangan, logistik, dan ketahanan rantai pasok… ASEAN yang lebih terintegrasi bukan hanya aspirasi; ini adalah keharusan,” tegasnya.
Gepty menambahkan bahwa kekuatan ASEAN terletak pada persatuan dan kerja samanya, menggambarkan blok regional tersebut sebagai komunitas ekonomi yang terkoordinasi, responsif, dan berorientasi ke depan.
Ia mengatakan bahwa integrasi ASEAN selama beberapa dekade telah memberikan manfaat nyata bagi negara-negara anggotanya, termasuk Filipina.
Perdagangan regional memungkinkan produsen, pelaku usaha, dan petani mengakses pasar yang lebih luas, sementara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berpartisipasi dalam rantai nilai regional, lanjutnya,
“Ini bukan sekadar gagasan abstrak. Ini adalah manfaat nyata sehari-hari yang berasal dari kerja sama regional kita,” ujar Gepty.
Gepty mengatakan bahwa pentingnya ASEAN semakin terlihat jelas pada masa krisis. Menurutnya, ketika harga energi meningkat, rantai pasok mengetat, dan tekanan inflasi meningkat, ASEAN menyediakan platform untuk stabilitas.
“Melalui kerja sama regional, kita membantu menjaga arus perdagangan tetap berjalan, menghindari pembatasan yang tidak perlu, dan mempertahankan kepercayaan investor,” sebutnya.
Gepty juga menekankan peran strategis Cebu, yang menjadi tuan rumah KTT ke-48, sebagai pusat logistik dan ekonomi di persimpangan perdagangan, pariwisata, dan konektivitas maritim di kawasan.
“Dengan memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan dan jasa, Cebu dapat membantu memastikan rantai pasok tetap efisien dan aktivitas ekonomi terus berjalan meskipun ada gangguan eksternal. Dengan demikian, hal ini memperkuat peran Filipina sebagai mitra yang andal dan proaktif di ASEAN,” ujarnya.
Ke depan, Gepty mengatakan bahwa keketuaan ASEAN oleh Filipina menjadi peluang penting untuk membantu membentuk masa depan ekonomi kawasan.
Ia menyebutkan Prioritas Hasil Ekonomi negara tersebut, termasuk implementasi nota kesepahaman tentang ASEAN Power Grid, promosi sistem pertanian regeneratif dan tangguh, dorongan investasi asing di sektor hijau dengan pertumbuhan tinggi, pengembangan aturan perdagangan digital, serta perluasan kemitraan perdagangan.
Baca juga: Filipina selenggarakan rangkaian pertemuan persiapan KTT ke-48 ASEAN
Baca juga: Filipina ajak insan media siarkan upaya ASEAN atasi tantangan kawasan
Baca juga: Pemuda ASEAN didorong untuk memimpin arah masa depan digital
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































