Rincian rata-rata nilai TKA 2025 tingkat SMK semua mata pelajaran 

1 month ago 22

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah resmi merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 untuk jenjang menengah atas, termasuk untuk SMK.

Pengumuman rata-rata nilai TKA nasional untuk semua mata pelajaran, digunakan sebagai indikator untuk melihat sejauh mana penguasaan teori akademik siswa di seluruh Indonesia.

Rata-rata nilai mata pelajaran tertinggi dan terendah TKA 2025 tingkat SMK

Melansir dari laman Kemendikdasmen, berikut mata pelajaran dengan nilai rata-rata TKA 2025 SMK tertinggi:

  • Geografi: 71.88
  • Antropologi: 71.26
  • Bahasa Indonesia Lanjut: 68.12

Mata pelajaran Geografi berada di urutan pertama dengan nilai rata-rata 71.88. Perlu diketahui, nilai tersebut diperoleh dari penilaian terhadap 7.392 peserta.

Kemudian tak jauh berbeda, di posisi kedua mapel Antropologi dengan nilai rata-rata 71.26, yang diperoleh dari rata-rata nilai terkait pada 3.013 peserta. Adapun mapel Bahasa Indonesia Lanjut dengan nilai 68.12 diperoleh dari 206,905 peserta TKA SMK.

Sementara, data hasil TKA 2025 menunjukkan adanya sejumlah mata pelajaran dengan perolehan nilai rata-rata terendah. Mata pelajaran tersebut adalah:

  • Bahasa Inggris: 22.69
  • Bahasa Korea: 27.41
  • Ekonomi: 29.98

Nilai rata-rata Bahasa Inggris yakni 22.69 diperoleh dari penilaian terhadap 1.308.233 peserta. Adapun nilai rata-rata mapel Bahasa Korea merupakan penilaian terhadap 1.691 peserta dan mapel Ekonomi terhadap 120.754 peserta.

Perlu diketahui, ketiga mata pelajaran tersebut juga menempati posisi nilai rata-rata TKA 2025 tertinggi dan terendah yang sama untuk tingkat SMA.

Daftar rata-rata nilai TKA 2025 di semua mata pelajaran tingkat SMK

Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar rata-rata nilai TKA 2025 tingkat SMK di semua mata pelajaran berdasarkan urutannya.

  • Geografi: 71.88 (7,392 peserta)
  • Antropologi: 71.26 (3,013 peserta)
  • Bahasa Indonesia Lanjut: 68.12 (206,905 peserta)
  • Sejarah: 62.06 (116,224 peserta)
  • Sosiologi: 60.82 (33,323 peserta)
  • PPKn: 60.45 (613,316 peserta)
  • Projek Kreatif dan Kewirausahaan: 56.59 (1,205,447 peserta)
  • Bahasa Arab: 56.17 (8,767 peserta)
  • Bahasa Jepang: 54.50 (29,329 peserta)
  • Bahasa Indonesia: 53.68 (1,309,250 peserta)
  • Biologi: 50.50 (57,307 peserta)
  • Bahasa Mandarin: 47.20 (4,561 peserta)
  • Bahasa Inggris Lanjut: 43.00 (83,287 peserta)
  • Bahasa Prancis: 40.67 (530 peserta)
  • Matematika Lanjut: 36.14 (75,222 peserta)
  • Bahasa Jerman: 34.94 (1,573 peserta)
  • Matematika: 34.84 (1,308,929 peserta)
  • Kimia: 33.36 (18,699 peserta)
  • Fisika: 32.63 (30,485 peserta)
  • Ekonomi: 29.98 (120,754 peserta)
  • Bahasa Korea: 27.41 (1,691 peserta)
  • Bahasa Inggris: 22.69 (1,308,233 peserta)

Sebagai tambahan informasi, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyebutkan bahwa rata-rata nilai mata pelajaran pada TKA 2025 mencerminkan capaian akademik siswa di tingkat nasional.

Ia menambahkan bahwa adanya variasi nilai antar mata pelajaran disebabkan oleh perbedaan jenis kompetensi dan bobot kesulitan pada masing-masing soal.

Di samping hal tersebut, Toni juga sempat menyebut bahwa perolehan nilai TKA bukan bertujuan untuk rangking sekolah ataupun daerah, melainkan ditujukan sebagai basis evaluasi dalam memahami kondisi kebutuhan siswa dalam materi pelajaran.

Baca juga: Komisi X nilai hasil TKA harus jadi bahan evaluasi pembelajaran

Baca juga: Kemendikdasmen umumkan hasil TKA 2025, distribusi SHTKA Januari 2026

Baca juga: Kemarin, Hari Ibu hingga mitigasi cuaca ekstrem saat musim libur Natal

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |