Lombok Tengah (ANTARA) - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan relawan ajang MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, tetap mengutamakan warga lokal atau putra/putri daerah setempat.
"Animo masyarakat untuk menjadi bagian dari kesuksesan gelaran berskala internasional ini melonjak tajam," kata Human Capital dan General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan ribuan pendaftar dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa profesional muda hingga ibu rumah tangga, bersaing ketat merebut kesempatan emas menjadi relawan di Sirkuit Internasional Mandalika.
Tingginya minat ini terlihat dari jumlah pendaftar sejak pendaftaran dibuka pada 24 Agustus 2026, hanya dalam kurun waktu lima hari, lebih dari 2.500 pelamar dari Pulau Lombok telah resmi terdaftar.
“Rekrutmen dibuka dari tanggal 24 hingga 31 Agustus mendatang. Antusiasme pelamar sangat tinggi sejak hari pertama, mencapai sekitar 1.140 orang," katanya.
Baca juga: ITDC buka lowongan 2.500 relawan untuk ajang MotoGP Indonesia 2026
Ia mengatakan komposisi pendaftar sejauh ini didominasi oleh warga lokal Lombok Tengah yang mencapai 60 persen. Sisanya tersebar dari Kota Mataram, Lombok Barat, serta beberapa peserta yang datang dari luar daerah.
“Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu,” cetusnya.
Para calon relawan ini mengincar berbagai posisi vital, di antaranya petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian, hospitality, marshal, hingga tiket.
Seluruh pendaftar harus melalui proses wawancara awal dan seleksi ketat berbasis pengalaman, kualifikasi teknis, serta keramahan.
“Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih,” katanya.
Lonjakan pendaftar tahun ini terbilang sangat signifikan. Pada walk-in interview hari pertama (24/8), jumlah peserta yang hadir berjubel hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berada di kisaran 400 orang.
Ramainya antrean sempat membuat situasi padat, namun MGPA bergerak cepat melakukan evaluasi alur antrean, menyediakan ruang tunggu (holding room), serta mendistribusikan air minum demi kenyamanan peserta.
Baca juga: NTB menargetkan penonton MotoGP Mandalika tembus 140 ribu
“Kami berkomitmen lakukan upaya yang terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara lebih terstruktur, tertib serta tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta,” paparnya.
Dorongan untuk memupuk pengalaman kerja internasional dan memburu atmosfer paddock menjadi magnet utama para pendaftar. Bagi para mahasiswa lokal, ajang ini adalah sarana membuktikan kapasitas diri.
Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram asal Lombok Tengah, mengaku sangat antusias melamar di posisi ticketing.
Setelah sebelumnya berpengalaman di ajang GT World Challenge Asia, ia tak ingin melewatkan kesempatan bertugas di rumah sendiri.
“Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya,” katanya.
Niat serupa diutarakan Dion, mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya. Bagi Dion, ini merupakan kali ketiga dirinya mendaftar untuk posisi ticketing dan hospitality.
“Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill,” katanya.
Baca juga: Kepala Bappenas: MotoGP harus diintegrasikan dengan kawasan pariwisata
Baca juga: Pemerintah: MotoGP Mandalika hasilkan dampak ekonomi Rp4,96 triliun
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































