Moskow (ANTARA) - Rusia sedang melakukan pembicaraan aktif dengan sejumlah perusahaan dari India dan Vietnam mengenai pengangkutan kargo melalui Jalur Laut Utara (Northern Sea Route/NSR), kata Menteri Transportasi Rusia Andrey Nikitin kepada RIA Novosti.
“Jika berbicara mengenai minat internasional, contoh paling konkret di sini adalah China: perusahaan mereka, Sea Legend Shipping, sedang meluncurkan layanan peti kemas reguler dari Ningbo melintasi wilayah Arktik kami langsung menuju pelabuhan Felixstowe di Inggris,” kata Nikitin.
Dia menjawab pertanyaan mengenai minat negara-negara lain terhadap pelayaran melalui Jalur Laut Utara menjelang Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF).
“Selain itu, kami juga sedang melakukan pembicaraan aktif dengan mitra-mitra dari India dan Vietnam,” tambahnya.
Jalur Laut Utara merupakan jalur pelayaran yang unik dan strategis yang membentang di sepanjang pesisir utara Rusia.
Saat ini, kebutuhan untuk memanfaatkan Jalur Laut Utara semakin meningkat, tidak hanya di kalangan pemilik kapal Rusia tetapi juga di kalangan pemilik kapal asing.
Minat itu tidak hanya didorong oleh fakta bahwa jalur tersebut merupakan rute terpendek antara Eropa dan Asia, tetapi juga oleh situasi yang tidak aman di perairan Laut Merah dan Teluk Persia.
Eastern Economic Forum akan diselenggarakan pada 1 hingga 4 September di Vladivostok.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Rusia dan Cina akan lipat gandakan lalu lintas kargo lewat Laut Utara
Baca juga: Rusia klaim ketegangan Timur Tengah dorong minat ke jalur Laut Utara
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































